“Nad …?” panggil Lusi. Waktu istirahat kantor digunakan oleh Nadira untuk makan di area kantin. Seperti biasa, dia akan pergi ke tempat tersebut bersama dengan Lusi, sahabatnya. “Apa ...,” timpal Nadira yang sedang meminum jus alpukat. “Kamu ... kapan mau nikah sama Rangga?” tanya Lusi. Seketika, Nadira pun berhenti menyedot minumannya. Dia menatap Lusi sambil menghela napas. “Ya ampun, gitu aja cemberut!” Lusi memutar bola mata. “Siapa yang cemberut?” ujar Nadira yang memonyongkan bibir. Kali ini Lusi terkekeh. “Kamu itu, dulu waktu Rangga enggak mau percaya sama kamu, alih-alih membuat dia yakin, malah kamu tinggalin. Tapi anehnya, sendirinya yang ninggalin, sendirinya juga yang nangis. Sekarang, Rangga udah balik, Rangga udah perhatian banget sama kamu, Rangga udah percaya

