Kepala Rangga benar-benar penuh dengan berbagai masalah yang datang silih berganti. Rasanya, jika ia baru menyelesaikan salah satu masalah, dia tak diberikan waktu bahkan untuk menghirup udara sekali saja. Karena masalah baru, pasti akan datang lagi. “Wiliam, hubungi pengacaraku, bilang padanya aku ingin mengajukan kasus baru!” titah Rangga begitu ia baru bertemu dengan sekretarisnya hari itu. Wiliam pun tersenyum lebar. “Selamat pagi juga, Pak! Semoga hari Anda menyenangkan!” ucap Wiliam. Entah pria itu sedang bergurau atau mengungkap sesuatu yang bersifat sarkasme. Namun Rangga langsung berhenti dan menatap pada Wiliam dari atas ke bawah. Sang sekretaris yang merasa tidak berdosa, hanya membalas dengan senyum. “Ada yang salah, Pak?” Rangga diam saja, tapi tatapannya cukup taj

