Bagian 104

1137 Kata

Mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Bram kemarin, membuat Nadira merenung seharian. Dia harus berusaha untuk kuat, tapi bukan dengan memaksakan diri. Itu memang benar! Nadira harus lebih memperhatikan kesehatannya dan mengikuti setiap anjuran dari dokternya. “Lusi!” panggil Nadira saat di lobi. Kebetulan mereka bertemu saat baru datang ke kantor. Perempuan yang dipanggil itu hanya menoleh dan melihat ke arah Nadira. Lalu dia lanjut berjalan tanpa memberikan respons apa-apa. Melihat hal tersebut, Nadira tak berkecil hati. Nadira tetap mengekor dan berjalan di belakang Lusi dengan senyum yang lebar. “Lusi ... kau masih tak mau bicara padaku?” tanya Nadira saat mereka dalam lift. Pertanyaan Nadira masih tak dijawab dengan Lusi. Perempuan itu terdiam, apa lagi ternyata ada orang l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN