Rangga menanyakan pertanyaan yang cukup sensitif, tapi ternyata Pak Bram malah tampak santai. Dia tak terkejut oleh pertanyaan itu! Apakah pria tersebut akan menolak? “Apa ... saya salah? Saya tadi ... hanya asal menyimpulkan, maaf!” lanjut Rangga lagi. Dia merasa tak perlu terlalu percaya dengan apa yang keluar dari mulut mamanya Nadira tersebut. Lalu tiba-tiba, Pak Bram menyalakan musik dalam mobil dengan lirih. Rangga tak menanyakan itu, dia turut mendengar irama dari alunan musik tersebut. “Itu tadi tidak salah! Saya memang Saddam yang Pak Rangga sebutkan!” tutur Pak Bram. Mendengar jawaban tersebut, tentu saja, Rangga yang malah terkejut. “Benarkah, itu artinya Pak Bram adalah ....” Dari jok belakang, Rangga tak mampu melanjutkan kata-katanya. Dia masih berusaha mencerna k

