Bagian 118

1211 Kata

“Apa cucuku kurang baik padamu, sampai kau tak ingin kembali padanya lagi. Padahal kau sedang mengandung anaknya seperti ini?” tanya sang nenek. Nadira yang mendengar itu justru semakin merasa bersalah. Padahal Rangga sudah terlalu baik, tapi dia malah menyakitinya. Saking baiknya, keluarga Rangga bahkan berpikir merekalah yang bersalah dalam hal ini. Spontan Nadira menggelengkan kepala. “Tidak, Nek! Aku hanya ....” Nadira tak bisa melanjutkan perkataannya. Dia masih belum bisa terbuka dan menutupi fakta jika sang ibu kandung yang kemarin ia bebaskan dari penjara merupakan salah satu orang yang mendalangi kematian kedua orang tua Rangga. “Baiklah, nenek tak bisa memaksa!” Perempuan dengan rambut yang dicat hitam itu mengusap perut bulat Nadira. “Bagaimana kata dokter? Kapan kau a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN