[Pak Rangga, seseorang melakukan sabotase pada mobil Anda! Seseorang mengancam pada Bu Nadira!] ~ Stella Tepat setelah Rangga melihat pada benda mencurigakan yang ditempel di dekat roda belakang mobilnya, dia menyadari ada pesan yang masuk dalam ponselnya. Rangga tetap menjalankan mobil. Dia mendahului truk besar yang masih macet di depan tadi, otaknya masih belum menangkap pesan yang dikirim Stella dengan benar. ‘Drrrrrrt! Drrrrrrrt!’ Pria itu melirik pada layar, dia mendapati nomor yang sama kembali menghubungi. Dengan tangan kiri, Rangga menggeser tombol hijaunya. “Kenapa, Stella?” “Pak, segera turun dari mobil!” Suara dari seberang terdengar agak panik. “Ada apa Stella, aku sedang dalam perjalanan menuju apartemen.” “Seseorang menyimpan bom dalam mobil Pak Rangga. Wira

