Kepala Nadira dipenuhi oleh pertanyaan dan hatinya dipenuhi kegelisahan. Pesan yang tadi benar-benar membuat ia tak tenang sedikit pun. Hal itu juga bisa dilihat oleh Stella, sehingga sang asisten sengaja menyalakan difuser dengan aroma terapi yang menenangkan. “Bu ..., sebaiknya Bu Nadira beristirahat,” ujarnya memberi nasihat pada sang majikan. Nadira menghela napas, aroma terapi yang menenangkan ikut masuk ke indra penciumannya. Namun, wangi lavender ini tetap tak bisa membuat kepala menjadi lebih tenang. Pesan suara yang ia terima tadi, masih saja membuatnya resah. “Stella, sudah kaucari tahu orang yang mengirim tadi? Apa itu benar-benar Wira?” tanyanya. Jujur, Stella belum berani melakukannya. Karena dia takut jika itu memang benar dan membuat atasannya ini semakin khawatir.

