“Kau sudah bangun?” Rangga bertanya dan kemudian masuk ke kamar rawat. Nadira menatap dengan wajah pucatnya. “Aku bertanya, sedang apa kau di sini? Kau menjemputku?” tanya Nadira lagi. Rangga menggeleng. “Aku hanya ingin tahu keadaanmu! Nenek khawatir, dia terus menanyakan kamu di mana!” jelasnya. “Kalau begitu, ayo kita pulang ke rumah nenek!” “Hah?” Rangga seketika menganga mendengar ajakan dari Nadira. “Nad ...!” Ternyata Nadira tidak main-main, dia memilih untuk pulang. “Tapi kamu ....” Rangga berlari mendekat dan spontan memegang lengan Nadira. Dia tahu jika perempuan itu hendak melepas selang infus yang menyambung di telapak tangannya. “Nad, kau ini kenapa, sih?” Rangga menatap mata Nadira sambil berkaca-kaca. “Aku ... mau pulang saja, Rangga! Dokter mengatakan

