Setelah bicara dengan Lusi panjang dan lebar, Rangga mendengar bagaimana unek-unek dari teman kekasihnya tersebut. Dia juga merasa, bila dirinya belum bisa pasangan yang baik untuk Nadira sehingga semua bisa jadi seperti ini. “Kau datang juga!” sapa Dokter Danish saat bertemu dengan Rangga di lorong rumah sakit. “Apa Lusi yang memberitahu padamu?” “Emmm!” timpal Rangga sambil menganggukkan kepala. “Bagaimana kondisi Nadira?” tanyanya. “Ada yang harus kubicarakan padamu!” tuturnya. “Aku harus menemui Nadira dulu!” Rangga hendak menerobos Dokter Danish begitu saja, tapi sang dokter menahannya. “Dia sedang tidur! Lebih baik kau bicara denganku dulu!” tahan pria tersebut. Rangga menghela napas, dia tak ingin berbincang dengan rivalnya seperti ini. “Apa kau ingin pamer padaku jika k

