“Nenek ....” Baik Nadira maupun Rangga, tak ada yang bisa menjelaskan hal ini dengan berani. Mereka tak berniat menyembunyikan ini selamanya, mereka hendak memberitahu, tapi ternyata nenek malah tahu lebih dulu. Keduanya tak bernyali untuk menjelaskan. “Maafkan aku, Nek!” Nadira langsung berlutut di depan sang nenek. “Aku yang menyembunyikan Rio dari kalian semua, bahkan Rangga juga tahu baru-baru ini.” Rangga terkejut melihat Nadira yang malah berlutut seperti itu. Lalu dia pun ikut melakukan hal yang sama. “Sebenarnya ... kami akan memberitahu pada nenek sekarang, sambil mengatakan jika kami akan menikah lagi.” “Duduklah yang benar!” titah sang nenek sambil menghela napas. “Tadinya aku mau mengunjungi Rio pagi-pagi, tapi kalian malah datang dan menghentikanku! Sekalian membah

