_________ Berita kehamilan Amanda sudah menyebar ke seluruh anggota keluarga, tak terkecuali Ratih dan Sintia. Dua orang itu tampak tak suka dengan berita gembira itu, menurut mereka, kehamilan Amanda akan mempersulit rencana mereka untuk menguasai harta Barra. "Kenapa dia bisa hamil coba? Bikin rencana kita makin berantakan aja," Sintia berdecak sebal, "Ya terus gimana? Mau kita gugurin aja kandungannya?" "Lebih dari itu, Barra harus membenci perempuan itu." "Caranya?" Ratih tersenyum penuh misteri, entah apa yang akan dilakukan ibu dan anak itu. *** "Jangan kecapekan, kamu harus kurangi aktivitas kamu." Amanda mengangguk, ini adalah kali pertama dia mengandung. Akan lebih baik jika dia menuruti semua perintah Barra. "Tapi aku capek kalau cuma tidur terus, gak papa kan kalau ak

