EXTRA PART 24

1531 Kata

"Aduh... Duh... Aaa...". Daisy meringis kasihan dan tidak tega mendengar mengaduh Rafan saat kakinya di pijit oleh Ayahnya. Bahkan cowok itu nyaris menangis menahan sakit. Sepertinya benar-benar sakit. "Cuma ke seleo aja ini. Gapapa kok". Kata Pak Ilham mengoles minyak ke pergelangan kaki Rafan. Rafan meringis, menggigit ujung bantal. Arik juga mukanya ikut meringis, seolah bisa merasakan sakit yang di rasakan oleh cowok itu ketika sedang di urut Ayahnya. Tadi sore, saat sedang asik bermain layangan. Saat berlomba mereka menang. Saat ada yang menantang lagi, mereka masih menang. Tapi, untuk ketiga kalinya tidak. Layangan mereka putus. Ya, seperti kebiasaan anak-anak jika bermain layangan bagian paling seru itu adalah bagian mengejar layangan putus. Rafan dan Arik juga ikutan. Dan, si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN