Keduanya saling menjaga jarak dan saling menatap satu sama lain. Nangta bahkan tidak sempat mengenakan pakaiannya di hadapan Zuka. “Mengapa kau begitu terkejut mendengar hal sederhana seperti itu? Bukankah orang seperti kalian seharusnya sudah sering menghabisi nyawa orang lain. Oh mungkin lebih tepatnya kalian adalah tipe orang yang gemar menyiksa hingga mati perlahan seperti yang terjadi pada orang - orang di desa itu. Aku tidak masalah dengan apa yang kau lakukan. Hanya saja kali ini kalian telah berurusan dengan orang yang salah. Anggap saja ini adalah takdir yang harus terjadi sehingga perjalanan kalian akan berhenti disini.” “Apa yang kau katakan?” Nangta berpikir kalau orang - orang yang diutus memiliki kemampuan diatas rata - rata. Rasanya agak susah percaya kalau mereka sudah ma

