bc

Curse In Eternity

book_age18+
26
IKUTI
1K
BACA
revenge
reincarnation/transmigration
dominant
aloof
royalty/noble
tragedy
mystery
ambitious
campus
mythology
like
intro-logo
Uraian

“Ini adalah perjanjian yang dimeteraikan dengan darah. Mulai hari ini kau akan menjadi satu takdir denganku. Kau adalah pelayanku dan aku adalah tuanmu. Semua yang menghinamu berarti sama dengan menghinaku. Tidak akan aku biarkan dunia ini menyentuhmu.”

Zuka menjadi pelayan Gazan seumur hidupnya. Tanpa pasangan, tanpa keluarga, tanpa teman.

Dalam penderitaannya yang tak kunjung berakhir, Gazan mendapatkan kesetiaan seorang wanita muda. Membantu seseorang yang hidup abadi untuk menemukan kebahagiaan bukan hal mudah bagi manusia biasa yang terbatas oleh waktu.

Selama berabad - abad Gazan sudah mengelilingi bahkan hampir menguasai dunia untuk mencari cara lepas dari kutukan yang sangat menyiksa.

Di ujung rasa putus asa setelah 5000 tahun pencariannya, Gazan merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya saat bertemu dengan seorang gadis muda yang sombong.

Bukankah dia telah dikutuk?

Mengapa baru sekarang?

Mengapa baru disini?

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Apakah takdir kembali ingin mempermainkannya lagi?

chap-preview
Pratinjau gratis
Kutukan dan Keabadian
“Apa yang dilakukan orang - orang yang tinggal ditempat ini? Bagaimana mungkin mereka bisa hidup dengan keadaan hutan menyeram begini?” Seorang pemuda berperawakan tinggi tegap dengan pakaian terbuat dari bulu beruang melintas para sebuah hutan yang terletak para daratan bagian selatan bumi. Semua orang yang menggunakan tumbuhan sebagai pakaian merasa aneh melihat penampilan dari Gazan.  “Apakah mereka benar - benar satu ras denganku? Walau wajah mereka mirip dengan manusia, tapi perilaku mereka tak ada bedanya dengan binatang di hutan.” “Darimana asalmu anak muda?” Seorang pria bertelanjang d**a yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya menghadang langkah Gazan. “Oh ternyata disini ada seorang yang bisa berbicara layaknya manusia. Aku kira kalian hanya bisa berteriak dan makan saja.” “Jaga mulutmu anak muda! Dari cara berpakaianmu itu aku sepertinya aku pernah melihatnya saat aku melintasi daratan utara waktu muda dulu. Apa yang kau cari ditempat seperti ini?” “Sepertinya aku tidak memiliki tanggung jawab untuk menjawab pertanyaanmu orang tua.” “Kau sangat mirip dengan aku waktu masih berkelana dulu. Merasa kuat dan tak terkalahkan adalah sifat dasar manusia pada masa mudanya.” “Sekarang kau malah menasehatiku. Aku tidak sudi mendengar ceramah dari orang tak beradab seperti dirimu.” Orang tua itu tersenyum dan membalikkan badannya karena menyerah dengan sifat angkuh Gazan. “Mungkin ini hanya omong kosong seorang pria tua saja. Tapi sebaiknya kau tidak melanjutkan perjalanan lebih jauh dari ini. Di depan sana terdapat sesuatu yang tidak bisa dipahami dalam sejarah umat manusia.” “Kau kira aku akan takut setelah mendengar gertakan orang tua yang melawan kera pun tidak sanggup lagi. Minggirlah aku mau lewat!” Gazan mendorong pria tua itu hingga tersungkur ke tanah dan membuat wajahnya mengalami luka terkena batu - batu tajam. Beberapa orang di tempat itu langsung menolong orang tua tersebut untuk bangkit berdiri tapi Gazan dengan sombongnya meneruskan perjalanan tanpa menoleh sedikitpun. “Apakah kau tidak apa - apa? Kasihan sekali orang itu.” “Semoga dia tidak bertemu dengan penghuni hutan terlarang itu.” Gazan tidak menunjukkan rasa hormat pada manusia yang sudah terlebih dahulu mendiami tempat tersebut. Saat memasuki hutan Gazan merasa ada yang aneh dengan orang - orang di desa itu. Ketika dia berbalik orang - orang yang dia temui tadi berkumpul di pintu masuk pemukiman melihat dirinya dengan wajah iba. Para zaman itu seorang pemuda yang baru beranjak dewasa biasanya harus bepergian ke berbagai tempat untuk menimba pengalaman. Setiap mereka yang kembali dari petualangan pastilah membawa sebuah benda atau buah yang menunjukkan pernah datang ke tempat itu. Semakin jauh tempat yang mereka datangi, maka semakin besarlah penghormatan yang diterima. Sebagai manusia yang berdiam di daratan utara, tempat terjauh yang bisa didatangi oleh Gazan adalah daratan selatan yang memiliki hutan tanpa batas yang konon merupakan ujung dari dunia ini. Pada masa itu manusia belum pernah ada orang yang bisa sampai ke ujung dunia.  “Aku akan buktikan kepada orang - orang di utara dapat mencapai ujung dunia ini.” Dengan nada sombong suara Gazan menggema melewati pepohonan besar di dalam hutan. Saat Gazan sedang menelusuri hutan yang sunyi dan itu, tiba - tiba terjadi suara teriakan hewan yang kian lama semakin pelan. Sepertinya mereka sedang menghindari sesuatu. Gazan mengeluarkan senjata tombak yang di persiapkannya untuk menghadapi bahaya seperti ini. Dengan perlahan Gazan menapaki arah yang dihindari oleh para hewan - hewan tadi. Bagi Gazan apabila dapat membawa bagian tubuh binatang buas yang belum pernah ditemukan pasti akan menumbuhkan rasa hormat dari yang lain. Namun apa yang ada di hadapannya sekarang sangat jauh dari apa yang diharapkan. Tampak seorang wanita dengan tutup kepala berwarna hitam dan bulu lebat di sekujur tubuhnya sedang memakan seekor ular besar mentah - mentah. Gazan yang hidupnya terbiasa dengan lingkungan yang beradab pun merasa sangat terganggu. Karena tidak bisa menahan mual, Gazan langsung muntah sejadi - jadinya. Walau begitu, wanita tersebut tidak menghiraukan kehadiran Gazan yang tiba - tiba memergokinya sedang makan. “Dasar makhluk biadab! Apa yang kau lakukan dengan binatang itu.” Dengan tombaknya Gazan langsung mengancam wanita yang membuatnya muntah tersebut. Tiba - tiba wanita itu pun langsung berpaling dengan daging yang masih dibasahi oleh darah segar ada di mulutnya. Matanya yang tajam menatap lurus kepada Gazan yang mengganggunya. Bukannya takut, Gazan yang semakin mual pun untuk kesekian kalinya memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya tanpa sisa. Melihatnya yang tidak berdaya, wanita tersebut menurunkan kewaspadaannya dan melanjutkan makan. Karena tidak sanggup menahan apa yang dilihatnya, Gazan langsung mengambil sebuah kayu kering dan melempar wanita itu dengan keras. “Aku perintahkah kepadamu untuk menghentikan perbuatanmu dasar makhluk aneh.” Amarah yang tak terbendung memenuhi pikirannya. Kini nafsu makannya pun menghilang karena ada seseorang yang menghinanya. Gazan terkejut melihatnya yang berdiri dan membalikkan badan secara tiba - tiba. Dalam sekejap semua indera Gazan langsung menjadi kaku. Perhatiannya tertuju kepada apa yang dikatakan oleh wanita itu. “Hambar, hambar, hambar, ya semua jadi hambar. Tawar, tawar, tawar, semua jadi tawar. Sampai habis masa, sampai habis waktu, sampai habis dunia.” Gazan merasakan sesuatu yang aneh terjadi di dalam dirinya. Semua yang dilihatnya kini menjadi abu - abu dalam sekejap. Saat dia sadar ternyata wanita dan ular yang sudah mati itu pun menghilang tanpa jejak. Menjelang malam Gazan mendapatkan seekor kelinci di hutan yang akan dijadikan makanan. Dengan keahliannya memasak daging yang telah diasah, Gazan mengolah kelinci itu menjadi hidangan yang terlihat sangat nikmat. “Semoga dengan makanan yang nikmat dapat menghilangkan perasaan menjijikkan tadi.” Dengan menggunakan pisau Gazan memotong daging yang baru saja matang tersebut. Awalnya Gazan merasa ada yang aneh karena dia tidak bisa mencium aroma bumbu yang biasanya dapat membangkitkan nafsu makannya. “Mungkin karena aku memasaknya terlalu lama sehingga membuat bumbunya terbakar dna tak beraroma lagi.” Begitu pikirnya untuk menampik rasa khawatir dihatinya. Namun pada gigitan pertama Gazan terkejut karena lidahnya tidak bisa merasakan apa - apa dari makanan itu. Karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dirasakannya, Gazan pun mengambil bagian yang lain untuk menjadikannya perbandingan. Betapa terkejutnya Gazan karena bagian manapun yang dikecap nya, tidak ada beda sama sekali. Semua menjadi hambar tanpa rasa nikmat pada setiap gigitan. Kemudian dia mengambil botol yang berisikan air perasan buah anggur dari desanya. Anggur itu merupakan minum terbaik karena rasa manisnya membuat siapapun tidak akan lupa. Hari itu anggur terbaik sekalipun terasa seperti air putih yang tawar tanpa rasa manis dan bau yang nikmat seperti biasanya. Perasaan kalut berkecamuk didalam diri Gazan mengingat apa yang dikatakan oleh wanita misterius yang ditemui di hutan. Namun karena Gazan terlahir pada zaman yang belum mengenal apa itu kutukan, sehingga hal tersebut dianggapnya sebagai akibat rasa trauma belaka. Ketika Gazan kembali ke desanya, dia bertemu dengan seorang tetua yang memiliki usia paling panjang dan pengalaman paling banyak diantara semua manusia para zaman itu. Gazan yang menyadari telah terjadi hal aneh dalam dirinya bertanya kepada tetua tersebut. Mendengar apa yang disampaikan oleh seorang pemuda yang baru memulai petualangan itu bahkan membuat seorang yang sudah mempunya banyak pengalaman pun menjadi getir. Orang itu menyadari kalau Gazan telah bertemu dengan sosok yang paling ditakuti oleh para petualang diseluruh dunia.  “Apa yang sudah kau temukan, maka aku percaya kalau kau sudah sampai di hutan terlarang itu. Apakah orang - orang di desa sebelumnya tidak melarangmu untuk memasuki hutan tersebut?” Dengan percaya diri Gazan berkata kalau dia tidak akan mendengar perkataan orang - orang aneh seperti penduduk desa tersebut. Maka marahlah tetua itu kepada Gazan dan melarangnya untuk menyampaikan apa yang dialaminya kepada orang lain karena hal itu adalah hal tabu. “Apakah kau tahu wanita yang kau temui adalah sosok yang harus dihindari oleh manusia. Selain dia memiliki cara makan yang tidak biasa, yang paling membuat orang takut adalah setiap kata - kata aneh yang keluar dari mulutnya. Sangat jarang yang mampu mengerti apa yang dikatakan olehnya karena terlihat seperti bisikan angin. Tapi setiap orang yang mampu mendengarnya pastilah mengalami suatu masalah besar yang biasa disebut sebagai Kutukan.” Kemudian orang tua itu memberitahu apa saja yang dialami orang - orang yang mampu mendengar suara dari wanita tersebut. Gazan yang tadinya merasa kuat pun tiba - tiba menjadi gentar. Kalau benar apa yang dikatakan oleh orang tua itu, maka saat ini hidup Gazan dalam masalah besar. Seiring berjalannya waktu Gazan melanjutkan perjalanannya ke berbagai tempat untuk mencari cara terbebas dari kutukan tersebut. Dalam pencariannya, suatu hari Gazan tertidur tapi mengalami mimpi yang aneh. Dalam mimpi Gazan mendengar suara yang berkata: “Segala sesuatu adalah sia - sia.Tetapi Cinta melampaui keabadian.” Untuk pertama kalinya Gazan terbangun dalam keadaan tenang. Seperti ada setitik harapan buat dirinya untuk terlepas dari kutukan itu. Tahun berganti - tahun dan masa berganti masa, tapi kutukan tidak juga hilang dari dirinya. Karena sudah tidak tahan lagi dengan semua penderitaan itu dia pun memutuskan untuk mengakhiri perjuangannya dengan cara bunuh diri. Sesaat kemudian maka Gazan terbangun dengan tubuh kembali pulih seperti semula. Apapun yang dia lakukan untuk mengakhiri hidupnya tidak ada yang berhasil.  Bencana yang paling mengerikan sepanjang sejarah umat manusia pun terjadi. Dunia tiba - tiba mengalami hujan yang tidak berhenti selama berhari - hari. Muncul mata air dari bukit - bukit yang tinggi sehingga terjadilah banjir yang belum pernah terjadi. Seluruh permukaan bumi tertutup oleh air dan membuat banyak makhluk yang tinggal di darat mati akibat tenggelam.  Setelah bencana besar itu berlalu maka terbangunlah Gazan di suatu daratan yang terpisah dari yang lain. Gazan menyadari kalau saat ini dia adalah makhluk abadi dengan kutukan yang membawa penderitaan. 

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.1K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.6K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
74.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook