Kehidupan Makhluk Abadi

1697 Kata
Setelah 4500 tahun berlalu Gazan saat ini adalah seorang bangsawan yang identitasnya tersembunyi dari dunia tapi memegang peran penting pada zaman itu. Hanya sedikit orang - orang penting pada saat itu yang mengetahui identitasnya. Orang - orang itu terpilih karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan olehnya sendiri. Sebagian besar mereka adalah orang - orang yang dibesarkan Gazan sendiri dari masa kecilnya. Salah satunya adalah seorang wanita yang berasal dari tanah paling ujung di dunia zaman tersebut. Gazan menemukannya saat sedang meminta - minta makanan di depan kedai kopi dalam keadaan kurus kering. Gazan melihatnya wanita muda itu mengumpulkan makanan yang didapatnya untuk kemudian diberikan kepada anak - anak lain yang tidak kuat bekerja. Untuk seorang yang sudah hidup ribuan tahun membuat Gazan dapat mengetahui potensi besar yang dimiliki anak tersebut. Setelah menyelesaikan urusannya di kota tersebut, Gazan meminta anak itu untuk menjadi pelayan di dalam perjalanannya dan sebagai balasan Gazan akan menanggung biaya hidup anak - anak lain ditempat itu. Tanpa berpikir panjang wanita muda yang bernama Zuka tersebut menerima tawaran untuk menjadi pelayan pria misterius yang baru saja ditemuinya. Dengan kecerdasan yang dimilikinya Zuka dengan mudah beradaptasi dengan kehidupan Gazan yang sering bepergian. Saat ini Zuka bukan lagi seorang gadis miskin yang kotor. Gazan mengajarkan menjadi seorang wanita  terhormat dan mempercayakan kepadanya untuk mengurus semua kekayaan yang tidak terbilang jumlahnya. Walau Gazan bukanlah orang yang banyak bicara, Zuka dapat merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati tuannya. Suatu pagi ketika Zuka selesai menghidangkan makan pagi seperti biasanya. Zuka memperhatikan Gazan yang memakan hidangan mewah tanpa ekspresi sama sekali.  “Apa yang ingin kau tanyakan!” Gazan menoleh kepada Zuka dengan elegan. “Tidak master. Bukan sesuatu yang penting.” Zuka menundukkan kepadanya. Namun Gazan tidak mengalihkan pandangannya dari Zuka dan seperti menunggu pelayannya mengajukan pertanyaan. “Apakah aku tidak pernah menjawab pertanyaanmu?” Dengan wajah datar tanpa ekspresi tersebut membuat Zuka gemetar. “Tentu saja suatu kehormatan bisa bertanya kepada anda.” “Mmm…” “Apakah makanan yang saya buat tidak enak tuan? Selama ini aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anda.”  “Jadi itu yang membuatmu gusar. Aku akan menjawabnya.” Zuka menelan ludahnya perlahan seraya menanti jawaban dari Gazan. “Aku tidak tahu.” Lalu Gazan melanjutkan makannya dan sampai selesai terlihat wajahnya sedih. Zuka tidak berani bertanya hal apapun yang tidak begitu penting setelah peristiwa itu karena tidak mau membuat tuannya sedih. Bertahun - tahun kemudian Zuka pun kini sudah menjadi seorang wanita dewasa sementara Gazan masih seperti pertama kali mereka bertemu. Setelah sekian lama Zuka menyimpan rasa penasaran tentang siapa sebenarnya Gazan. Namun pertanyaan itu selalu tertahan di ujung lidahnya. Para suatu malam Gazan selesai memeriksa beberapa surat melihat Zuka sedang berdiri menatap keluar melalui jendela. Maka Gazan dengan perlahan mendekati pelayannya tersebut. “Zuka, bukankah seharusnya kau sudah memikirkan untuk mencari seorang pasangan yang bisa dijadikan suami? Kau tidak perlu khawatir tentang apapun. Aku akan menanggung semua kebutuhanmu seperti perjanjian awal. Lagipula anak - anak yang sebaya denganmu dulu saat ini sudah berkeluarga.” “Master, bukankah di perjanjian itu ditulis kalau aku sudah berkeluarga maka anda akan membebaskan saya dari semua tugas ini?” “Ya kau benar. Aku tidak mungkin membelenggu dirimu dengan tugas - tugas yang menumpuk di rumah ini. Walaupun kau tidak bekerja lagi denganku, semua fasilitas itu dapat kau pergunakan seperti biasanya. Nikmatilah hidupmu dan berbahagialah, itulah yang yang aku ingin wujudkan untukmu dari awal kita bertemu.” Dengan kepala tertunduk perlahan air mata mengalir di pipinya tak terbendung.  “Ampuni aku kalau tidak bisa melayani melakukan apa yang anda inginkan. Aku sudah memutuskan untuk tidak mencari pasangan dan melayani anda sampai kapan pun.” “Kau tidak mengetahui siapa aku yang sebenarnya. Aku yakin kalau kau sudah menyadari fisikku yang tidak berubah dan tetap seperti ini dari dulu. Hari ini aku akan berterus terang kalau aku adalah manusia yang telah dikutuk untuk hidup abadi dan tidak bisa menikmati apapun selama nya.”  Zuka yang terkejut dengan pengakuan Gazan akhirnya memahami kesedihan yang dirasakan oleh tuannya itu.  “Master, aku tidak akan menarik ucapanku. Bukankah anda yang mengajarkan kepadaku hal itu?” “Bodoh! Kalau begitu ikutlah aku!” Gazan mengajak Zuka ke sebuah ruangan rahasia yang belum pernah dimasuki oleh siapapun selain tuan rumah. “Aku tidak tahu ada ruangan seperti ini di dalam rumah.” “Zuka, ini adalah tanda bahwa saat ini kau tidak lagi hidup seorang diri. Mulai detik ini kau menjadi satu dengan takdirku dan kau akan membantuku mencari cara agar aku bisa terlepas dari kutukan ini. Apakah kau mau menerimanya?” Begitu Zuka berlutut, Gazan mengambil dua buah giwang yang terbuat dari emas dan melubangi telinga wanita itu sampai mengeluarkan darah yang menetes ke lantai. “Au…!” Teriakan kecil keluar dari mulut Zuka. Begitulah akhirnya Zuka menjadi pelayan Gazan seumur hidupnya. Pada suatu hari ketika Zuka sedang berjalan seorang diri pulang dari mengerjakan tugas yang diberikan oleh Gazan, dia dicegat oleh beberapa orang asing di daerah tersebut. Dengan kekuatan yang terbatas, Zuka tidak bisa melawan orang - orang itu dan terpaksa dibawa ke tempat mereka. Tidak berapa lama terdengarlah peristiwa itu kepada Gazan yang sedang memimpin pertemuan dengan beberapa orang penting dari berbagai bangsa di dunia. Dengan amarah yang meledak - ledak Gazan langsung meninggalkan pertemuan yang berlangsung selama 10 tahun sekali itu. Gazan menggunakan pengaruhnya di tempat itu untuk mencari tahu dimana pelayannya disekap dan langsung mendatanginya seorang diri. “Gubrakk…!” Dengan sekuat tenaga Gazan menerobos pintu kayu yang menutupi sebuah bangunan tua tempat orang - orang jahat itu berada bersama dengan Zuka yang sudah hampir tidak mengenakan pakaian lagi. “Siapa kau? Apakah kau juga mau mendapat bagian dari wanita cantik ini?” Seorang pria yang memegang pisau dan pakaian Zuka yang sobek di tangannya. “Kalian harus membayar perbuatan ini dengan nyawa.” Gazan yang sangat marah pun langsung melawan semua orang itu tanpa satu pun yang dibiarkan lari. Ia dapat memenangkan pertarungan maut itu karena dia memiliki tubuh yang abadi. Walau berapa kali pun dia dilukai, semuanya pulih seperti sedia kala. “Kau adalah iblis!” Seseorang yang diantara mereka yang berada di ujung ajalnya berkata terbata - bata. “Apakah kau tidak apa - apa Zuka?” Gazan memakaikan pakaiannya sebagai ganti pakaian Zuka yang sobek. “Mengapa anda sampai datang untuk menyelamatkan aku?” Zuka menangis terisak - isak karena sedih akan keadaannya. “Seusai perjanjian kalau kau saat ini telah menjadi satu dengan takdirku. Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan dunia ini menyentuhmu.” Gazan mengangkat pelayannya yang sudah tidak berdaya dengan kedua tangannya dan membawa dia pulang. Malam itu setelah mereka sampai dirumah, Zuka berlutut di pinggir tempat tidurnya dan berkata dalam hatinya.”Setelah aku mati, semoga master dalam menemukan pengganti yang lebih baik dariku untuk melayaninya sampai suatu hari kutukan itu hilang.” Waktu bergulir begitu cepat dan kini sudah lewat 50 tahun berlalu. Zuka yang sudah lanjut umur dan putih rambutnya  berada di tempat tidur. Gazan yang menatap wajah pelayannya yang sudah menjadi seorang nenek tua yang sebentar lagi akan mati.  “Master, ampuni aku karena hanya bisa melayanimu sampai titik ini. Semoga anda dapat bertemu dengan orang lain yang lebih baik dariku. Suatu kehormatan dan kebahagian bagiku dapat melayani anda.” Dengan tangan yang masih menggenggam tangan Gazan akhirnya Zuka pun mati dan dikuburkan. Tepat 20 tahun kemudian Gazan yang sedang berjalan kaki bertabrakan dengan seorang wanita muda. Pria itu terkejut saat melihat wajah wanita itu yang sangat mirip dengan Zuka pelayannya yang telah meninggal tersebut. Sebelum Gazan berlalu wanita itu langsung menarik tangannya.  “Apa yang kau inginkan dariku?” Gazan dengan lembut bertanya. Tiba - tiba mata wanita itu bercahaya dan senyum merekah di wajahnya. “Master, aku siap untuk melayani anda.”  Gazan yang mendengarnya langsung terkejut. Ternyata Zuka terlahir kembali untuk menjadi pelayannya. Namun bagi Gazan yang seorang manusia abadi hal itu tidak terlalu aneh. Setelah itu Zuka pun terlahir berkali - kali dari zaman ke zaman untuk melayani Gazan mencari cara melenyapkan kutukan itu. Akhirnya sampailah pada tahun 2021 ketika Gazan sedang hendak mendaftarkan diri di sebuah sekolah tinggi untuk menjadi mahasiswa di tempat itu.  Saat dia sedang makan di kantin, seorang wanita muda dengan wajah garang langsung duduk di depannya. Namun hal itu bukan masalah bagi Gazan yang sudah memiliki kematangan jauh dibanding manusia biasa. Tapi saat melihat wanita itu memakan menu daging mentah membuat Gazan ingat dengan wanita berkerudung hitam yang ditemuinya di hutan 5000 tahun yang lalu. Dia yang biasanya pasti langsung muntah akibat terlalu sensitif. Tapi kali ini dia masih bisa menahan diri. “Hey, bukankah kau anak baru yang di tempat ini?” Wanita itu mengangkat kepalanya melihat Gazan. Begitu Gazan melihat mata wanita tersebut maka sadarlah dia kalau wanita itu memiliki mata dengan sorotan yang sama dengan wanita misterius 5000 tahun yang lalu. Gazan berpikir kalau benar wanita ini adalah reinkarnasi dari orang yang mengutuknya, maka mungkin dia mampu melepaskan kutukan itu. Masalah kalau dia bukan orang yang dimaksud, bisa bahaya kalau identitas Gazan akan terbongkar. Tapi seandainya dia pun wanita misterius tersebut, belum tentu dia mau percaya dengan perkataan Gazan.  “Bisa - bisa aku dianggap orang gila. Tidak akan ada yang percaya pada perkataanku.” “Master, aku siap untuk melayani anda di zaman ini.” Gazan terkejut karena mengenal suara wanita yang menyapanya dari belakang. “Aku sudah menyangka kalau kau akan datang dalam waktu dekat. Tapi tidak kusangka kita akan bersekolah di tempat yang sama Zuka.” “Sesuai perjanjian, aku sudah menjadi satu takdir dengan anda.” Zuka menundukkan kepalanya. Semua orang yang ada disitu terkejut melihat seorang wanita cantik yang merupakan primadona di tempat itu menundukkan kepala kepada mahasiswa baru. “Zuka, apakah kau mengenal anak baru ini?” Tanya Gina. “Jaga ucapanmu! Dia adalah tuanku sekarang.” Zuka menatap Gina sambil tersenyum. “Hey, ada apa ini? Sepertinya anak baru sudah membuat kantin jadi ramai.”Seorang pemuda berpenampilan seperti bangsawan tiba - tiba memotong pembicaraan kedua wanita itu. “Hentikan omong kosongmu Andris! Aku sedang tidak ingin mencari keributan denganmu.” Gina menatap pria tersebut dengan tajam. “Zuka, sudah waktunya.” “Aku senang mendengarnya setelah sekian lama Master.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN