Semua orang langsung melihat secara serentak kepada Zuka setelah mendengar perkataan Gord yang dilontarkan secara sepihak. Andris mencoba untuk tidak mempercayai perkataan pria misterius tersebut karena terkesan sedang mengadu domba mereka. Namun melihat respon Zuka yang tiba - tiba terdiam kemudian menambah keraguan dalam hatinya. “Apakah benar yang dikatakan orang itu?” Andris berjalan ke arah Zuka dengan tatapan tidak percaya sambil menunggu jawab dari wanita tersebut. “Zuka, jawab pertanyaanku! Katakan padaku bahwa apa yang dikatakan oleh orang itu salah!” Andris mengguncang tubuh Zuka yang masih tidak menjawabnya. “Lepaskan aku! Kau tidak berhak berkata dengan nada tinggi dihadapanku. Hanya orang itu yang pantas memberikan kepadaku perintah. Selain dirinya tidak ada satupun dianta

