Jean mengerjapkan matanya. Ia melirik ke arah jendela. Langit begitu terang. Pria itu meraih ponselnya di atas nakas lalu melihat jam menunjukkan pukul delapan pagi. Jean menoleh ke samping, tidak menemukan Liora di sana. Semalam ia berada di ruang tamu cukup lama. Ia kembali ke kamar ketika Liora sudah tidur, dan wanita itu bangun lebih dulu darinya. Jean turun dari tempat tidur, lalu pergi menuju dapur. Ia bisa melihat Liora dan Ibu yang bekerja di rumahnya sedang mempersiapkan sarapan. Jean menghampiri Liora yang sedang mengaduk teh hangat milik Jean itu. "Pagi, Sayang," sapa Jean dengan suara paraunya. "Hmm." Hanya itu jawaban yang diberikan Liora. Tentu saja Jean sedikit kebingungan karena biasanya Liora akan memeluknya dan memberinya kecupan selamat pagi. "Ini teh nya, kalau

