9. Pelakor Di antara Nilam dan Keenan

1504 Kata
Saat menjadi wanita simpanan Will, hidup Jihan memang serba kecukupan bagaikan sosialita ibu kota, dia membuka akun media sosial untuk memamerkan kegiatan sehari-hari yang bisa liburan ke mana-mana dan membeli barang branded yang dia suka. Satu bulan, dua bulan, semua masih berjalan lancar seperti biasa, Jihan tinggal di apartemen mewah yang dibelikan Will, Will sering mampir dan mereka melakukan hubungan badan sampai pria itu puas. Jihan sampai pikir menjadi wanita simpanan tidak buruk juga, toh istri Will ada di luar negeri sekarang, sekali kali saja Will datang mengunjunginya atau sebaliknya, sehingga Jihan merasa jika dia sudah menjadi nyonya Will secara tidak sah, karena selalu ada di samping Will. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Will semakin hari semakin menunjukkan sifat aslinya terutama dalam masalah hubungan badan, setelah tiga bulan menikmati tubuh perawan Jihan sepuasnya, dia meminta sesuatu yang sangat tidak masuk akal. "Jihan, kamu kan punya banyak kenalan, mau nggak nyariin aku wanita yang mau jadi kayak kamu?" Pertanyaan yang dilontarkan Will saat mereka baru selesai bercinta beberapa jam lalu, membuat Jihan yang sedang menikmati makan malam bersama di apartemen yang dia tinggali, terkejut bukan main. "Maksudnya gimana, Mas? Apa aku aja nggak cukup buat kamu?" tanyanya dengan ekspresi tersinggung. Apa-apaan yang diminta Will? Dia pikir wanita itu barang atau bagaimana? Jihan saja terpaksa melanjutkan hubungan ini karena memang tidak ada jalan lain, lalu sekarang, Will meminta dia mencarikan wanita simpanan lain? Sejujurnya, mendengar hal itu saja, hati Jihan sudah dongkol. Dia masih sakit hati karena dibohongi Will tentang usia dan statusnya. Anehnya, meski Will sudah di atas kepala empat, tapi nafsunya di atas ranjang masih begitu besar dan luar biasa. Melihat Jihan yang cemberut, Will buru-buru mengubah metode agar wanita yang dia kencani itu patuh dan memenuhi permintaannya. "Bukan gitu. Kamu tahu kan kalo nafsu aku tuh luar biasa, aku nggak bisa nahan nafsu dikit aja bahkan kapan aja, makanya aku pengen nyari variasi biar nggak bosan. Tapi aku nggak mau jajan PSK." "Astaga, Mas.... " Jihan mendesah, makanan di depannya sudah tidak menyelerakan lagi, nafsu makannya langsung hilang saat mendengar penuturan Will. Memang, imajinasi Will tentang hubungan seks benar-benar liar luar biasa. Dia juga suka melakukan hal-hal ekstrim seperti ingin bercinta di taman lalu dilihat orang tak dikenal, atau di tempat tempat umum lainnya. Atau bercinta di atas kuda yang sedang berjalan, sekali waktu dia mengatakan ingin melakukan hal itu di ruangan kantornya sambil berdebar debar jika ada seseorang yang tiba-tiba masuk. Membayangkannya saja sudah membuat Jihan ngeri, jadi dia tak pernah menyetujui permintaan Will yanh aneh itu, Will tidak pernah memaksa, Jihan merasa jika Will sudah melupakan keinginan anehnya itu, tapi ternyata tidak, buktinya sekarang dia dengan tak tahu malunya meminta Jihan untuk mencari wanita yang mau jadi seperti dia, menjadi peliharaan para boss. "Bukannya aku nggak ngehargain kamu, Jihan. Aku kasihan sama kamu karena nggak sering kelelahan buat ngimbangin aku. Makanya aku minta kamu cariin cewek yang mau jadi kayak kamu." Will mulai melancarkan bujuk rayu untuk membuat Jihan luluh, meski Jihan masih terus cemberut dan tak menanggapi. Will bangkit dari duduknya, memeluk Jihan dari belakang dan membisikkan sesuatu dengan lembut. "Sayang, kalo kamu bisa nyariin aku cewek kayak gitu, jatah bulanan kamu aku naikin tiga kali lipat." Mendengar jatah bulanannya bertambah berkali-kali lipat, mulut Jihan yang semula cemberut, jadi tersenyum. "Haaa, baiklah. Tapi aku mau naik lima kali lipat," jawab Jihan, yang sudah lelah mendapatkan hati Will sepenuhnya untuknya. Wajah Will langsung sumringah mendengar hal itu dan mengangguk ringan. "Nggak masalah, Sayang." Mereka berdua pun sepakat dan Jihan mulai mencari wanita yang sesuai spek Will. Di akun media sosialnya yang memiliki banyak pengiku, Jihan melancarkan aksinya. Awalnya dia menawarkan akan bagi-bagi rezeki untuk para followersnya, setelah menjaring beberapa orang, Jihan menawarkan pekerjaan mudah pada mereka. Setelah pencarian yang begitu teliti, akhirnya Jihan mendapatkan satu orang yang benar-benar sesuai selera Will, gadis itu juga bersedia menandatangani kontrak untuk tutup mulut, terpenting lagi dia perawan. Gadis itu setuju melakukan pekerjaan yang diberi Jihan, karena tergiur ingin hidup hedon seperti yang sering Jihan upload di media sosialnya. "Gimana, Mas?" tanya Jihan setelah Will mencicipi tubuh gadis itu untuk pertama kalinya Will mengacungkan jarinya dengan ekspresi puas. "Top markotop!" "Ini yang terakhir, ya, Mas. Aku nggak tahan membayangkan berbagi kamu dengan wanita lain," keluh Jihan, jujur. Will segera menepuk lembut puncak kepala Jihan dan tersenyum. "Iya, Sayang. Aku kan bilang ini cuma variasi biar nggak bosan sama kamu." "Kalo kamu bosan sama aku, apa kamu bakal buang aku, Mas?" Jihan bertanya, menatap wajah Will untuk mencari jawaban. Sejujurnya semenjak Will mengatakan dia tidak bisa hidup dengan satu wanita, Jihan merasa jika kehidupan seperti ini sangat melelahkan. Dia juga selalu takut jika Will membuangnya suatu hari nanti. "Karena itu, jangan membuat aku bosan, oke? Hidup serba mewah ada harganya, kamu tahu itu dengan sangat baik, Sayang." Dan jawaban Will hanya menambah keresahan yang menumpuk dalam diri Jihan. Jihan menunduk dan menjawab dengan suara pelan. "Iya, Mas." Sayangnya, fantasi Will semakin hari semakin tak terkendali. Kali ini dia ingin melakukan hubungan badan, dengan di video. Alasannya sama, untuk variasi. "Mas, aku nggak bisa! Malu!" Jelas-jelas Jihan menolak "Ssst, tenang. Tenang. Aku nggak bakal nyebarin video ini, kok. Aku janji ini hanya akan menjadi koleksi pribadi aku, Sayang. Serius." Dia masih berusaha membujuk Jihan, yang tetap dijawab Jihan dengan celengan. "Tapi aku beneran nggak bisa, Mas.... * "Kalo gitu, cariin aku yang mau ngelakuin itu. Dan periksa juga latar belakangnya, pastikan sehat dan nggak memiliki penyakit, karena aku kurang suka main dengan pengaman." Jihan akhirnya hanya bisa mengangguk lemah, daripada dia melakukan hal seperti itu sambil direkam, lebih baik dia mencari orang lain saja! "Baiklah, Mas." Akhirnya, Will mendapatkan wanita baru. Dia mulai sedikit lupa dengan Jihan dan hanya datang beberapa kali saja. Wanita yang kali ini katanya benar-benar bisa memuaskan dirinya karena mau melakukan hal-hal ekstrim. Termasuk di video saat sedang bercinta. Jihan merasa ditinggalkan Will, karena itu setelah seminggu Will tak mengunjungi dirinya, Jihan nekat datang ke apartemen Will. Di sana dia melihat sesuatu yang mencengangkan, di mana Will sedang diapit dua wanita yang dulu dicarikan Jihan untuknya, dan para wanita itu tak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya. "Mas, ini.... " "Aku pengen ngelakuin threesome, kamu mau gabung? Ayo ikut. Lebih banyak lebih rame," ajak Will dengan santai. "N-nggak, Mas. Aku nggak mau ikut." Jihan mengatakan hal itu dan langsung pergi. Kelakuan Will semakin hari semakin tak terkendali, sekarang dia tidak hanya main dengan satu atau dua orang, tapi sering booking wanita di aplikasi kencan online. Hal itu membuat Jihan takut jika suatu saat will menderita penyakit kelamin dan dia tertular penyakit pria itu. Karena itu, setelah menderita kerusakan mental selama berbulan-bulan, Jihan akhirnya memtusukan pergi dari Will, meninggalkan semua pemberian Will di apartemen, dan kembali ke kota tempat dia tinggal sebelum nya. "Aku nggak nyangka bisa lepas dari dia, mas Will makin lama makin nggak terkontrol, aku nggak mau terjerumus dalam penyakit aneh aneh kalo terus sama dia." "Sekarang, gimana aku ngelanjutin hidup.... " Jihan yang berat badannya berkurang drastis karena memikirkan tingkah b***t Will, sekarang bingung harus melanjutkan hidup seperti apa. Pada saat itulah dia bertemu Keenan lagi. "Mas Keenan?" Mereka bertemu dan saling bercerita tentang kehidupan mereka setahun belakangan ini. Jihan tidak terima melihat kehidupan mantan suaminya yang sukses. "Aku nggak nyangka mas Keenan bakal sukses secepat ini, aku harus merebut mas Keenan dari istrinya!" "Pelakor? Siapa yang peduli dengan julukan itu. Aku cuma mau hidup nyaman dalam kemewahan!" tekad Jihan dengan semangat membara. Menggunakan guna-guna, Jihan terus mengikat Keenan di sisinya, agar perlahan lupa pada istrinya dan pergi ke Jihan. "Mas, makasih banyak ya udah nemenin aku hari ini. Kalo nggak ada mas Keenan, aku mungkin nggak tahu bakal down sampe kapan," ucap Jihan, setelah hari ini ditemani Keenan karena Jihan meminta bertemu dengan alasan masalah dikantor. "Bukan masalah besar, Han. Tenangin diri kamu dan jangan lupa makan, oke?" Keenan menjawab, menepuk pelan Puncak kepala Jihan dan memakai kembali sepatunya. "Oke, Mas. Ngomong-ngomong mas Keenan mau ke mana?" tanya Jihan, yang heran kenapa Keenan sepertinya hendak pergi padahal dia ingin Keenan menginap di rumah Jihan bersamanya. "Aku harus pulang, kasihan Nilam, dia pasti nunggu di ruang tamu sampe aku pulang. Aku khawatir punggungnya sakit." Jawaban Keenan membuat hati Jihan seketika tenggelam. Tak menyangka ternyata pria itu masih memikirkan istrinya. "Tapi, Mas... aku, aku masih.... " Sebelum Jihan menyelesaikan ucapan, Keenan memotong dengan suara cukup tegas. "Jihan, gimana pun juga aku udah punya istri sekarang. Aku mungkin bisa selalu ada buat kamu, tapi ada masa di mana aku harus memikirkan keluarga aku juga. Jadi, dah. Besok kita ketemu lagi." Mendengar itu, Jihan tidak bisa memaksa Keenan untuk tinggal lebih lama lagi karena takut Keenan akan pergi kalau dia keras kepala. "B-baiklah kalo gitu, Mas. Selamat malam." "Malam." Setelah mengucapkan selamat malam, Keenan berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Selepas kepergian Keenan, Jihan yang tak bisa menahan amarahnya lagi, melempar dan membuang barang barang di sekitarnya untuk melampiaskan kemarahan. "Wanita kampungan itu!!! Apa sih keistimewaan yang dia punya sampai mas Keenan lebih milih dia daripada aku?!! Aku benar-benar muak diduakan kayak gini!!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN