CHAPTER 11. MERASAKAN MALAM PERTAMA DENGAN RISA
"Risa.." kupanggil namanya sambil ku kasih kode. "Sekarang giliranmu, tadi dah semua badanmu ku sabuni dan ku bilas, sekarang giliranmu membersihkan badanku!!" Cicitku.
"Mas, iya mas..., terima kasih atas yang kamu lakukan tadi, tapi kok aku ingin sentuhan mu yang lain," katanya sambil menatap tajamku dan bergetar semua badannya.
“Iya, sayang, abis kamu bersihkan kita b******a di atas ranjang saja ya. Kalau disini nanti kamu masuk angin. Kamu belum pernah ya, mandi bareng kayak gini?," Cicitku.
"Be belum pernah mas, Hehehehe,,iya mas, siap yah mas?!" katanya sambil memainkan matanya.Kemudian dia mulai menyabuni seluruh tubuhku dan sampai dia jongkok dia terkejut dengan barangku yang dahmenegang dan mengacung keras. Kulihat dia memejamkan mata dan mengintip dari matanya yang sipit. Kulihat dia bergetar tangannya begitu membasuh sabun ke bagian itu. DIa mainkan sebentar dari nagkal sampai ke ujungnya, dan dia menahan napas.
Setelah itu dia keringkan dengan handuk, kami semua masuk ke dalam kamar dalam keadaan masih terbalut handuk.
Kumatikan Lampu besar kamar dan kunyalakan lampu tidur yang ada di samping ranjang ukuran King Size tersebut.
Kupegang tangan kiri Veo, dan kutarik tangannya untuk mendekat. Kedua tangannya kusentuh lembut, bibirku mendekat ke bibirnya dan kami saling berpagutan mesra. Ku rangkul pinggang Risa dan Risa melingkarkan kedua tangannya ke leherku.
Sambil berdiri aku ciumi leher nya kiri dan kanan, dia kegelian,"
"Massss...ssstt...geli sayanggg..."
"Hmm..." sambil kulanjutkan mengulum bibirnya lagi kemudian kutanggalkan handuknya dan handukku, dan kupeluk dia sambil terus berpagutan sehingga kedua badan kita saling berpelukan menyentuh kulit dengan kulit.
“Hhhmmmm," dia menutup matanya dan naik ke atas ranjang dan kuikuti tidur di sebelah kanan badan Risa. Kupagut kembali Risa dengan ganas, dia membalas sambil mulai mendesah panjang setiap kali tanganku menyentuh dan memainkan kedua puncak gundukan besarnya.
"Mmmaasss..gelii..ohh....Masss..."
“Ya, sayang nikmati saja ya..."
“Iya,aaa mass nikmattt bangeettt mas...kamu jugaa yyyaa..."
Kulanjutkan menciumi leher dan turun ke puncak gundukan besar dan kuhabiskan keduanya bergantian puncak gundukan nya yang dah mengacung keatas...
Kuterus jilat dan gigit kecil kedua puncaknya, sambil tangan kananku bermain turun ke pusar nya dan mengelus pelan...turun ke s**********n nya...
"Hmm, bulumu lebat sayang,"
“Iya, mas.suka?"
"Suka banget..." sambil kutarik-tarik bulunya ke atas menjadikan tertarik kulit disekitar Intinya...
"Maaaassss....tengahnya..."
“Ya, sayang...."
"Aaaahhhh massss.....jangan berhenti mas disitu eeennnaaakk...hssss..."
“Ya, sayang..." kuputar-putar dan kugesek-gesekan dengan kelembutan, kadang memutar, kadang menggesek dan kadang menekan. Semua itu menimbukan sensasi luar biasa sehingga Risa menarik sprey sebelah kiri tangannya dan kanannya memegang pundakku.
Badannya terangkat dan kepalanya sampai mendongak ke belakang sampai dia teriak kerass..
"Ahhhh mass..." intinya menyedot keras ke dalam menyedot jariku dan mulai berkedut hebat dan menyemprotkan cairan hangat yang banyak sekali sampai tangan kanan ku basah semua...
"Masssss, aduhh yang terakhir enak banget kayak melepaskan semua amarah ku dan kegundahanku selama ini dah lepas semua....," katanya sambil memejamkan matanya.
“Ya, kamu mau istirahat dulu?" Cicitku sambil mengelus rambutnya dan pipinya.
"Belum mas, nanti ajah ya boleh??"
"Aku mau buat kamu pipis, boleh sayang?"
"Memang, kamu bisa gitu?"
"Hehehehe...gak tau, emang kamu lama, pipisnya?"
“Ya, biasanya 2 jam sayang, sanggup?" sambil kuciumi lehernya.
Risa bangun dan bersandar pada tangan kanannya, tangan kirinya menelusuri perutku dan sampailah di pangkal nya.
"Hmm, besar bannngeeett....ih genggamanku gak muat sayang, wow...muat gak yah sayang punyaku?"
"Aku bangun kembali dan duduk bersamanya, kucium lagi bibirnya terus berbisik,
"Muat sayang, punya Diana yang kecil ajah muat masa punyamu gak muat,"
"Hm, jadi Diana sudah pernah menikmati punyamu ini?' tanya nya dan menjauhkan wajahnya.
“Iya, sayang, sekarang dan malam ini punyamu dan kamu yang hanya bisa menikmatinya, kan kamu dah berbagi sama Diana, masa kamu marah?"
“Iya, mas, aku sih sangat menerima walaupun Diana sudah duluan menikmatinya, tapi mulai sekarang kamu harus adil membaginya denganku..!" Kata Risa dengan berharap.
“Ya, sayang, nanti keburu kecil lagi sayang hehehe,"
Dia memegang, mengelus dan melakukan gerakan ke turun naik, seperti nya dia juga sudah paham apa yang harus dia lakukan, sambil bibirnya memagutku dengan ganas.
Dia naik kembali hasratnya, kembali melenguh dan kembali mendesah nikmat, setelah 5 menit kemudian ku naik ke atasnya dan berjongkok di depannya dan kuarahkan senjataku ke depan lubang intinya, gesek-gesekkan biar pintunya membuka sedikit dan dia menahan sakit ketika mulai ujungnya masuk semua, kudiamkan dulu sambil goyangkan memutar, masuk sedikit demi sedikit dan akhirnya masuk setengah...
"Tahhaaann masss...masih sakit, goyangkan lagi sayang..."
"Sakit sayang, tahan ya,"
"Terusssss masssss....aaaaahhhh,"
“Iya, massss......kamu jagoan banget, hhmmm..." napasnya terengah-engah dan dia memejamkan matanya menikmati sisa orgasmenya.
Didalam memang sengaja aku gak cabut, tetap kumaju dan mundurkan pelan-pelan dan kumulai laju lagi cepat sambil kuputar-putar lagi dan, kembali dia teriak untuk kesekian kalinya...
"Massss....lagiii...aaahhhh…oohhhh " Teriaknya lagi untuk yang kedua kali, sampai tak terasa dia telah dipenuhi oleh keringat yang banyak sekali. Kuraih tisue dan ku lap semua keringat nya yang di leher, kening dan badannya.
"Terima kasih mas..enakk bangeettt."
"Kamu sudah capek? Mau istirahat dulu?"
“Iya, mas...aku dah capek banget, sudah 3 kali atau 4 kali aku pipis...kok kamu belum sih?"
"Kan, aku sudah bilang bisa dua jam, kamu sanggup gak?"
“Ya, dah nanti diteruskan lagi ya mas, aku mau ke kamar mandi dulu..."
Lalu kucabut dan dia melenguh nikmat...
Aku minum dulu karena haus dan membakar rokok dulu sebatang.
"Kamu mau minum apa mas?" kata Risa setelah dari kamar mandi dan dia masih belum memakai apa-apa sehelai benangpun.
"Aku minum ini ajah sayang, es jeruk buat obat kuat,hahahaha," Cicitku.
”Yank, liat tuh darahmu, kamu gak menyesal Dah aku renggut kesucianmu?"
"Gak sayang, aku kan punya kamu seutuhnya"
"Beneran sayang? Ikhlas buatku?"
“Iyah bener, kalau kamu mau main lagi ayuk yank, aku dah siap lagi walaupun lubangku linu mas"
"Linu ya sayang? Kegedean apa karena kelamaan?" godaaku.
"Bibirmu enak, sayang," Cicitku lagi.
“Yank...kamu juga ambil kesucian Diana donk?"
"Hm, iya sayang, tapi waktu itu dia awalnya diatas dan dia tekan ke bawah punyanya dia, jadi dia yang merawanin dia sendiri, hehehehe," Cicitku sambil meminum es jeruknya.
"Jadi, dia yang diatas?"
“Iya, sayang, mau nyoba?"
"Mau dong sayang...pastinya aku yang pegang kendali ya?"
“Iya, sayang, tapi nanti ajah yank, aku mau ke kamar mandi dulu mau bersihkan dulu, itu dibersihkan dulu darahnya dan cairan kamu yang banjir, hehehehq"
“Ya, sayang, mau aku buatkan roti, gak?"
“Ya, sayang boleh," Cicitku.
Kemudian setelah aku kembali ke kamar mandi balik dengan handuk terpasang menutupi dari pinggang. Kulihat Risa dahpakai baju mandi dan sedang menyiapkan makanan untuk dimakan bersama.
Ku berdiri di belakangnya yang sedang membersihkan ranjang dan kupeluk dia dari belakang, kemudian dia menyenderkan badannya ke hadapanku. Kuciumi lehernya yang wangi dan putih, dia mendesah kegelian, sementara tangan kananku memegang kedua gunungnya sebelah kanan dan memainkan ujungnya yang sudah mulai terangsang. Sementara tangan kiriku menyeRiskap ke arah selangkangannya dan menuju lubang surganya yang dahmulai basah lagi.
Kubalikkan badanya dan kupagut buas dan sama-sama buas, Risa langsung merangkulku dan mengajak duduk diatas ranjang, kuikuti dia sambil terus melepas handukku sendiri. Risa berusaha membuka semua baju mandi nya juga dan menarik paksa agar bisa lepas semua.
Kutindih dia dan kujilat dan kukulum ujung gunungnya yang menantang.
"Ohhhh sssttt masss..geeellii....massss ssttt enak maasss..."
Kujilat perutnya turun sampa di gua nya yang dahbasah sekali, kumainkan habis daging yang kecil dan imut di dalam dengan lisudahku, dan kusedot -sedot sampai dia meliuk-liukkan badanya sambai ke atas atas...tangan nya menekan kepalaku ke dalam dan dia menikmati k*****s pertamanya..
“Ya,, sayang keluarkan semua jangan ditahaaannn..."
Kemudian cairan dari lubangnya muncrat dan menyembur keluar berkali-kali sampai dia
“Mau diatas? Ayuk langsung ajah"
Dia kembali bergerak jongkok diatas barangku yang dah menjulang keras,
"Mas, muat gak?"
"Dimasukkin sebisanya dulu, sayang"
“Ya, mas..."
Kemudian dia mencoba menekan ke dalam lubangnya, dan masuk mulai setengah ditariknya ke atas dan ditekan lagi, tarik keatas lagi dan tekan lagi, kulihat dia sedang menahan nikmat dari raut mukanya.Kemudian kubantu menghujam dari bawah, dia lamgsung mencakar dadaku...
"Ohhhh maaass….eennaakkk..."
Kuhujamkan terus dari bawah kusodok-sodok dengen cepat dan dia juga menghujamka mentok sampai dasarnya mengikuti irama ku bergantian.
Dia sepert menikmati sekali dan sangat nikmat sampai dia mencengkram dadaku keras dan dia tekan ke dalam sambil menikmati cairan yang keluar dari lubangnya dengan beberapa kali semprot, sampai basah sekali sprey nya...
"Mas jangan dilepas dulu...ohh enaknya nikmaatttt..." katanya.
Kurasakan didalam batangku sedang diremas-remas kuat sekali beberapa kali, dan kurasakan mengendur dah remasannya sampai dia terkulai lemas didadaku.
Aku yang dah tak tahan langsung membalikkan dia dan menyuruhnya untuk menunggingkan pantatnya sambil tengkurap. Kutarik bokongnya ke atas sedikit dan mengarahkan masuk ke dalam. Tak sampai habis kutarik kembali dan kubenamkan kembali sampai mentok, kemuidan kumaju mundurkan dan sekali-sekali kuhentakkan dengan keras. Sampai akhirnya kutak tahan untuk meeyemprotkan ledakkanku ke dalam guanya yang meremas keras, sepertinya dia akan mencapai puncak kembali...
"Oh, sayang aku mau keluaarr...didalam atau dimana?"
"Aku juga masss ingin pipis lagiiii...di dalam saajjjjaaaa...."
"Ooohh masss pipis lagiiiii.." sambil dia mendongakkan kepalanya keatas dan menikmati pelepasan nya.
Sedangkan aku karena jepitan nya yang keras tak kuat aku bendung dan memuntahkan nya di dalam sambil kumentokkan ke dalam yang terdalam..
"Oohhhhh..aaargggghh...."
Setelah itu.
"Sayang....sini aku cium" katanya. Dan dia menciumiku sambil menikmati sisa-sisa luapanku yang masih mengalir. Kemudian Risa langsung mengambil tisue dan mengelap seluruh senjataku sampai kering.
"Terima kasih sayangku, kamu emang jagoanku," katanya tersipu dengan suara yang masih terengah-engah.
"Sama-sama sayang aku juga puas banget, penuh cinta, penuh asmara, dan penuh kasih sayang," Cicitku sambil kupeluk dia.
Kemudian kami terdiam sebentar sambil menikmati sisa-sisa napas yang belum tenang.
"Sayang, aku dah punya kamu sekarang seutuhnya, aku akan mengabdi untukmu seumur hidupku," katanya sambil mengeluarkan air mata dan membenamkan wajahnya di dalam pelukanku.
"Aku juga jadi tambah sayang sama kamu Risa, kamu calon bidadariku di surga nanti" Cicitku lirih.
"Mas...kok aku jadi gak sudi membagimu dengan Diana? Kalau boleh tau apakah dengan Diana kamu bisa seperti ini?"
“Ya, sayang, kemaren kayak gini juga, aku sampai keluar juga, tapi lama banget waktu sama Diana, sekali main bisa dua jam, Diana yang menikmati tapi aku malahan capek sendiri. Tapi sama kamu ini aku bisa lebih cepat ya, sayang? apakah aku karena b******a dengan hati juga, hati yang sangat sayang kepadamu. Kalau ke Diana setelah aku b******a dengan dia sekali, baru aku jadi sayang sama dia, karena dia dah menyerahkan yang paling suci untukku, tapi soal perasaan aku sangat lebih sayang ke kamu daripada ke Diana." Cicitku.
"Kalau gitu, kamu menomor satukan aku daripada dia dong?" tanya Risa.
“Iya, sayang, mungkin diantara kekasih-kekasihku aku paling sayang sama kamu," Cicitku sambil mencubit pipinya yang kuliat bersemi merah merias wajahnya.
"Ah, kamu membuat aku melayang lagi nihh mas..." Katanya sambil mancubit lenganku.
Sambil kuelus -elus gunung nya yang kanan dan kumainkan puncaknya yang berwarna pink dia kemudian mendesah kembali dan langsung menubrukku menciumku dengan ganas.
Alhasil, kita b******a lagi dua ronde dan baru berhenti jam 3 pagi kemudian kami tertidur pulas.
****
Pesona Sang "DONJUAN" Manager
by. SKI