CHAPTER 12. MAKAN SIANG BERSAMA
Besok paginya mereka siap-siap untuk pergi kerja dan mereka sampai di kantor sekitar jam 7 pagi, seperti biasa Risa diturunkan dulu di sebelum kantor mereka dan naik OJOL ke kantornya agar tdiak ada yang curiga sama hubungan mereka berdua. Sebelumnya Fernando membeli beberapa makanan untuk sarapan mereka di kantor, dan datang dahlebih dari jam 7.30 jadi tidak ada yang mengerti dengan hubungannya dan Risa.
Begitu kumasuk ke dalam gedung kantor, kulewati meja Risa dan kulihat Risa sedang membersihkan mejanya dan mengatur file di meja kerjanya. kusapa dia dengan biasa,
"Selamat Pagi, Risa.."
"Eh, Mas Fernando, selamat pagi juga"
Aku menyapanya karena disitu ada Riska jadi supaya gak terlihat beda kusapa juga Riska dengan menggoda nya.
"Halo Mbak Riska yang seksi, selamat pagi"
"Eh Mas Fernando yang ganteng, selamat pagi juga ganteng"
"Siap gadis-gadis yang cantik, sudah pada sarapan belum? ini saya bawa roti nih, sarapan lah"
"Wah, Mas Fernando tumben nih, lagi mau merayu Aku atau Risa nih?"
"Dua-duanya dong, kan kalian gadis cantik"
“Ih, bisa ajah nih Mas Fernando datang-datang langsung ganjen, tapi makasih ya atas rotinya, sering-sering dong bawa roti atau yang lain" sahut Risa pura-pura ketus.
"Siap nona-nona cantik. aku absen dulu ya.."
Kemudian ku absen dan tak kulihat Diana di meja kerjanya.
"Aku ke atas dulu ya, sarapan yang kenyang ya"
"Makasih, ya ganteng" Kata Riska.
“Ya, sama-sama"
Kemudian kunaik ke atas dan menuju meja kerjaku yang hari ini seperti biasa membuat laporan untuk barang yang masuk. Kuambil kopi saset dan ambil gelas di dapur untuk buat kopi seduh. Seteah kopiku jadi dan balik ke mejaa, dari bawah kulihat ditangga Diana sedang naik ke atas dan memanggilku.
"Mas Fernando"
“Ya, kenapa Diana?"
"Oh, ini mas bawa gih Nasi uduk buat sarapan ya"
"Oh, ya makasih Diana, nanti aku chat ya"
Kemudian kubalik saja ke arah dapur lagi ambil piring yang kemudian kumakan di mejaku. Kubuka Bungkusan nasinya, wah lengkap banget nasinya.
"Mas sarapan" Cicitku ketika mas Yatno datang dan masuk ke ruangan nya.
"Wah, enak banget tuh nasi Uduk, beli dimana Fer?"
"Beli dekat rumah, mas"
"Wah, nitip ya besok"
"Siap mas, nanti saya belikan"
“Ya, dah silahkan dimakan, selamat sarapan"
“Ya, mas"
Kemudian kuberanjak setelah selesai makan membuang bungkus nasi nya dan membalikkan piring ke cucian piring dan membersihkan nya dan mengembalikan ke tempat nya.
["Mas, gimana tadi malam?] chat dari Diana
["Apanya, Diana?]
["Sama Risa, gimana tadi malam?]
[Biasa aja, emang kenapa?]
[Gak cek in sama Risa?]
[Gak tuh, emang kenapa?]
[Gak papa, nanya ajah]
[Cemburu atau apa nih? Eh iya makasih nasi uduknya ya, Diana]
[Iya, sama-sama. Beneran kamu gak ngapa-ngapain sama Risa? Kok dia rambutnya basah kayak mandi keramas?]
[Lah, memang dia gak boleh keramas?]
[Kirain sama kamu cek in, tadi malam]
[Gak kok abis makan malam terus kita pulang ke ruma masing-masing, dia aja naik OJOL kok ke rumahnya dari rumah makan]
[Emang, kamu makan dimana mas?]
[Hotel BIVAK ,Nadine]
[Kok makannya di hotel? Wah cek in ya kamu?]
[Di hotel itu ada kafe nya dan kita makan di sana, itu cek in disana mahal Diana semalemnya, gak kuat saya bayar kamarnya tapi cuma dipakai buat 3-4 jam?rugi ahh]
[Kok sama ceweknya perhitungan sih?]
[Bukan perhitungan tapi untuk apa menghambur-hamburkan uang, mending aku pakai rumahmu saja buat berduaan sama Risa, boleh gak?]
[Huuu...enak ajah, khusus aku ajah yang boleh pakai tempat tidur itu sama kamu, bukan kamu dan Risa donk]
[Oh kirain boleh, tapi pengen nih Diana aku b******a sama Risa, boleh ya Diana, please]
[Ya, uda deh emang, kapan mau kesana?]
[Belum tau, kalau nanti malam boleh ya nanti malam aku kesana sama Risa, kuncinya nanti kamu kasihkan ke aku ya, sayang]
[Ya, deh nanti siang ya, kita makan siang bertiga ya mas]
[Hm, boleh, kasih tau Risa, ya]
[Ya, mas..Love you]
[Love you too sayang]
Kemudian pas makan siang aku turun ke bawah dan menemui mereka untuk makan siang. Mereka sudah siap di mejanya Risa.
"Yuk kita makan siang," Cicitku sambil berbisik.
"Ayo, kemana?"
"Tempat biasa saja, sayang, yuk kesayanganku semua"
Kemudian Aku duluan jalan dan mereka mengikuti ku dari belakang. Mereka bergandengan tangan dan menyusulku dari belakang. Setelah menyeberang jalan, mereka menyusulku dan kami bertiga berdampingan jalannya.
Sesampainya di rumah makan yang kami tuju, mereka duduk berdampingan dan aku diseberangnya.
"Sayang, mau makan apa?
"Makan ayam ajah pake telor, sayang"
“Ya, aku pesankan, kamu Diana?"
"Aku mau sama saja sama Mas Fernando"
" Ya, udah bentar ya aku pesenin"
“Ya, sayang"
"Mas ini kuncinya," Ucap Diana memberikan kunci nya.
"Jadi, nanti malam boleh aku kesana?"
“Iya, tapi isiin kulkas ku yah, biar kalau besok malam kita kesana bisa gak perlu belanja lagi"
"Sayang, minta obatnya dong," Cicitku ke Diana.
"Ada disana mas, di bawa TV, cek ajah," katanya.
"Makasih ya sayang, besok malam jatah mu ya" Cicitku sambil mengerdipkan mataku. Sambil ku masukkan kuncinya ke dalam kantong celanaku, aku melihat Risa sedang cuci tangan.
Kemudian ku susul dia kesana,
"Risa, nanti malam kita b******a lagi ya, nginep lagi," Cicitku kepada dia pelan-pelan suaranya.
“Ya, mas, masih ada kemeja kan, kamu?"
"Masih ada kok sayang, kan aku beli banyak kemarin, kamu masih?"
"Masih mas, cuma nanti beli daleman ya, aku gak bawa"
“Ya, sayang atur saja, nanti mampir ke swalayan dekat sana"
Kemudian kami kembali ke meja dan Diana gantian kesana untuk cuci tangan.
"Mas, nanti malam ke hotel lagi?"
"Tidak Risa, nanti saja sore di mobil aku kasih tau ke kamu, nanti kalau Diana nanya kemarin kita kemana bilang ajah kita cuma makan malam di hotel itu terus pulang ke rumah masing-masing, ya" kataku mengingatkan Risa.
“Ya, mas."
Kemudian pembicaraan kita berhenti bersamaan dengan pelayan mengantarkan makanan dan Diana yang datang ke kursi setelah cuci tangan.
"Ayo, kita makan, nanti kita terlambat sholat nya," Cicitku kepada mereka.
"Sayang, kamu mau ke jawa kapan?" tanya Diana.
"Ah belum tau sayang, Aku masih sibuk kerjaan banyak, kalau aku cuti kan masih belum boleh, masih belum setahun" Cicitku sama Diana.
“Ya, sudah nanti kita temani terus berdua ya, Risa??"
“Iya, mas nanti kita gantian, eh iya Diana, aku nanti malam jalan ya sama Mas Fernando"
“Iya, jalan ajah, tapi besok malam aku jatah nya ya, Risa?"
“Iya, tapi ingat kamu kan masih ngutang dua kali"
“Iya, Risa aku ingat, kan tadi malam kamu sudah jalan sama Mas Fernando?'
"Aku kan cuma jalan makan, tapi bukan b******a kayak kamu"
“Iya, nanti malam itu sudah aku kasih kunci rumahku, kamu bisa b******a sampai puas!!" ketus Diana.
“Ih, jangan marah donk Diana, kamu sudah duluan mengambil perjaka Mas Fernando," kata Risa kesel.
"Hehehee iya yah, maaf Risa abis gak tahan liat punyanya Mas Fernando" katanya sambil melirik ke arahku.
“Iya, Diana, kamu sudah dua malam puas sama aku, curang, nanti malam aku sama Risa, ya," Cicitku ke Diana.
“Iya, mas, mainnya semalam cuma dua kali loh, mas"
"Eh, yang pertama kan aku main sampai 3 kali sama kamu"
"Hehehehe..iya lupa mas..." sambil malu Diana.
Kemudian setelah makan siang selesai, kubayar semuanya dan kami pulang ke kantor kembali.
***
Setelah kembali ke kantor kami melanjutkan pekerjaan masing-masing dan seperti biasa sore itu aku janjian dengan Risa di tempat biasa setelah itu aku jemput dia dan mengarah ke rumah Diana yang jauh dari kantor kami. Sebelum sampai aku mampir dulu di swalayan dekat sana sekalian membelikan daleman Risa dan daleman ku juga. Kubelanja sedikit untuk mengisi kulkas Diana seperrti yang dijanjikan kepada Diana.
"Mas, kamu sudah pernah berapa kali ke rumah Diana ini?"
"Baru dua kali sayang, oh iya nanti kamu sebelum kita b******a minum obat anti hamil dulu ya, supaya aku nya bebas nanti, hehehe,"
“Iya, mas, memang Diana punya?"
“Iya, waktu itu dia beli di apotek," Cicitku menjelaskan.
"Wah sudah persiapan juga ya Diana itu, kecil-kecil cabe rawit juga itu Diana," katanya sambil tersenyum pahit.
“Iya, yank, dia itu agresif kalau main, pengen nya pegang kendali sayang, dan maunya k*****s terus," Cicitku.
“Emang, berapa kali dia k*****s kalau b******a dengan kamu?"
"Wah, lebih dari lima kali yank," Cicitku kepadanya.
"Wah aku ajah 4 kali dah capek, dia sampai lebih dari 6 kali?"
"Pernah 8 atau 9 kali gitu, yank," Cicitku mengingatnya.
"Hm, kuat juga ya sayang si Diana itu. Kamu enak dong semangat denger dia teriak terus?"
"Hehehe kok tau kalau aku seneng dengar teriakan orang k*****s?" Cicitku sambil mengelus rambutnya dengan lembut.
“Ya, tau sayang, kamu itu emang Dah kuat, agresif dan penuh tenaga kalau Dah ngacak-ngacak" katanya lagi sambil tersenyum manis.
"Ngacak-ngacak apaan sayang?" Cicitku sambil pura-puda gak tau.
"Ah, masa gak tau ahh, kamu ini kuat kalau ngacak-ngacak, rasanya keaduk-aduk semua isinya," katanya lagi.
“Ih, aku makin gak ngerti deh Dah acak-acak, aduk -aduk lagi..., hahahaha" Cicitku sambil mengacak-ngacak rambutnya lagi.
"Ini acak-acak rambut aku lagi…hehehehe, kalau dibawah acak-acak guaku saja mas, hahahaha. Ih kamu itu bikin aku merinding dan basah banget ini"
"Sayang, kenapa punya kamu lebih enak ya? Oh iya, kamu itu basah banget dan cepat basah jadi gampang acak-acaknya, kalau Diana itu kurang basah, jadi ya kalau seret jadi lecet"
“Iya, yah, waktu aku main sama kamu, aku gak lecet tuh sayang?" kata Risa mengingatnya.
“Iya, kan kamu basah mulu, banjir, hahahaha"
“Ih, malu aku jadinya. Bukannya gak enak ya sayang kalau becek gitu? kok kamu suka sih?"
"Gak tau sayang, kalau becek gitu aku lancar ajah ngacak-ngacaknya jadi menikmati cairan hangatmu juga, hahahaha. Memang gak hangat apa punyaku?"
“Iya, hangatlah mas, kalau dah mentok itu loh mas, bikin bergetar dinding-dinding rahimku" katanya.
"Dah ahh..nanti aku jadi gak tahan tau, liat ajah ini si o***g dah manggut-manggut," Cicitku sambil tertawa.
"Hahahaha..mau disini main nya? Sensasinya lebih nantang loh," kata Risa.
"Di mobil ini?Janganlah, ini kan mobil pak Oscar sayang, jangan nodai sayang, kan gak enak kalau kita pergunakan untuk hal-hal m***m sayang," Cicitku.
“Iya, sayang, kalau gitu tunggu sampai di rumah Diana aja ya, sayang?"
"Nah gitu dong, kita harus memegang kepercayaan pak Oscar,"
"Eh iya, pak Oscar, kapan pulangnya?"
"Dia malahan kasih tau ke saya kalau dia bisa lebih lama lagi"
"Oh, kalau gitu, kamu gak bisa ke jawa dulu dong?"
"Hehehe..kerjaanku lagi banyak, Risa," Cicitku.
“Ya, aku juga setiap hari membludak itu DO nya dari salesman"
"Sayang, kayaknya Romeo suka deketin kamu, ya?"
“Iya, sayang, dia kan dah punya anak 1 sayang"
"Kayaknya kamu juga jutek deh sama dia?"
"Kok kamu tau? Suka perhatikan juga diam-diam, heh"
"Hahahaha..pernah liat ajah, sayang hehehe"
Kemudian, kami semua sampai di rumah Diana dan masuk ke dalam.
"Wah, lengkap ya perabotannya dia, kalau kamu nikah sama Diana tinggal pindah aja dan bawa pakaian saja nih"
"Aku gak butuh rumah kok, yang aku butuhkan itu istri soleha, bukan rumah. kalau rumah bisa kontrak juga gak papa,"
"Kalau kamu, emang dah punya rumah?"
“Iya, aku dah punya rumah juga di bekasi, jauh dari kantor juga"
"Hm, iya bagus dong sayang, kalau kita nikah enaknya usaha apa, sayang?"
“Ya, usaha buat anak yang banyak saja, hahahaha," sambil kutarik Risa dan tak pake lama dah kubuka baju nya dan kubuka resleting rok nya, semuanya ku lepas sampai tak pakai sehelai benang pun. Dan tak pakai disuruh, Risa da hmembuka semua pakaianku yang melekat di badan, kupagut Risa dan kubopong dia ke kamar mandi sambil mandi air dingin dibawah shower kami saling melepas rindu, menggenjot hasrat yang belum tuntas dan saling menyahut desahan.
Akhirnya, kami melakukan nya selama 1 jam di sana dan kami keluar bersama dari kamar mandi. Kulihat Risa jalannya agak mengegang,
"Sayang, sakit lubangnya?"
"Tidak sakit mas, Linu saja mas!" sambil dia memegang ke arah s**********n.
"Kok, kamu tau kalau aku Linu?" tanya Risa heran.
"Itu, kamu jalannya agak ngegang ajah," Cicitku sambil kembali memagutnya ganas.
"Hhhmmm, dah yuk masss, kita makan dulu," katanya sambil melepas pelukanku dan ciumanku.
"Ah, ini aku juga lagi makan kamu sayang, hahahaha, kenapa berhenti?"
"Nanti saja dulu ditahan, aku laper, mau aku suapin gak?"
Tadi di swalayan, kami sempatkan beli ayam bakar Madu yang cukup terkenal disini, kata Diana enak. Sekalian belanja tadi beli untuk makan malam dan sarapan.
"Boleh, dong sayang, tadi kamu beli sama nasi ny, gak?"
“Iya, mas, aku beli dua," katanya.
"Nasi masak ajah sayang, itu ada magicom nya kok," Cicitku.
“Ya, dah terlanjur beli, kan kamu gak bilang tadi," katanya menjelaskan sambil membuka nasi dan bungkusan ayam bakar madu nya.
"Ayam bakar madunya, enak keliatannya ya sayang, hhmm.. menggiurkan sekali...kayak kamu.." Cicitku sambil kembali kupagut lama sampai dia gelagapan kehabisan napas.
"Huuh, aku kehabisan napas ini sayang, ayuk sini aku suapin"
Kemudian kami makan bersama sampai kedua bungkus nasinya itu habis semua. Kemudian ku santai dahulu sambil merokok.
"Mas, mau dibuatkan kopi?"
“Iya, sayang, boleh, yang kental ya kopi hitam nya,"
“Iya, sayang, oh iya ini semua masukin kulkas minuman dan bahan makannya?"
“Iya, sayang itu masukin ke kulkas semua saja"
“Ya, dah aku masukkan, sayang," katanya sambil mengambil kopi di kulkas.
Kemudian aku cek chat dari Diana,
[Mas, Dah sampai belum di rumah?]
[Dah sayang, kamu dimana?]
[Aku ya dirumah, Dah makan belum?]
[Dah sayang, aku dah makan tadi, baru saja selesai makan sama Risa, aku disuapin juga kayak kamu kemaren]
[Ih, sebel! Dah, gak usah diceritain lagi. Selamat menikmati malam indahnya sayang..!]
[Iya,...kamu besok ya jatah nya..hehehehe...sama kamu harus banyak vitamin, ini soalnya kalau sama kamu aku digass terus hahaha]
[Ih, kamu itu bikin aku pengen ajah nih, basah deh..]
[Etss, jangan pake tangan yaa..]
[Ih, gak lah, mending nunggu besok dipuasin sama tongkat Ali, hahahaha]
[Ih, kamu ini bisa ajah, nyebelin tau!!].
[Risa, lagi apa mas?]
[Lagi buat kopi, nanti bentar lagi aku suruh minum obat anti hamil kamu ya, ikhlas kan?]
[Ih, ya Ikhlas lah daripada nanti Risa hamil duluan malah dia yang nikah sama kamu mas!!Gak sudi aku! Akulah yang harus kamu nikahin duluan!!]
[Iya, yang mana duluan yang hamil deh aku nikahin, hahahaha]
Terus dia gak bales chat ku lagi mungkin dia langsung Horni hahahaha.
"Sayang ini kopi nya? Kenapa senyam-senyum sendiri ajah? Pasti Diana ya?"
“Iya, ini liat ajah sendiri chatnya "
Kemudian Risa tersenyum simpul sendiri membaca chat ku dengan Diana. Saya sengaja tidak menutupi apa-apa mengenai chat dia dan Diana, jadi kami bertiga akan selalu terbuka.
****
Pesona Sang "DONJUAN" Manager
by. SKI