Geonado tidak bisa mendapatkan ketenangan dalam diri, walau pertemuannya dengan ayah Varlotta telah selesai. Bahasan yang mereka bicarakan, tak bisa untuk dilupakannya. Mampu mengganggu batin Geonado, bertambah setiap detik jika dipikirkan. Membuatnya juga semakin tidak dapat memberikan perhatian pada hal lain, seperti pekerjaan. Ia hanya membayangkan sosok Varlotta dengan masih segala hal-hal yang berkaitan akan wanita itu, tentunya. "Sudah lama kau di sini? Aku terlambat, kau tidak marah bukan, Kawan? Kau biasanya penyabar." Geonado menggeleng cepat sembari memandang ke arah sahabat. "Tidak akan aku marah kepadamu." “Kau juga sudah sering terlambat bukan jika aku mengajakmu bertemu?” Geonado sedikit menyindir disertai dengan memerlihatkan seringaian. “Jadi, bukan rahasia lagi kau suk

