Varlotta melangkah anggun dengan kedua sepatu hak tinggi kacanya. Badan diarahkan tegap ke depan. Begitu pula tatapannya yang intens juga. Senyum pada wajah cantik merekah lebar. Menunjukkan suasana hati yang sedang bagus. Ia gembira dan berbunga-bunga. Varlotta bahkan sudah membayangkan ketampanan dari seorang Geonado Vilano dengan keringat membasahi dahi dan rambut pengusaha kaya Amerika itu. Terlebih, ia telah diberitahukan kepada asisten rumah tangga Geonado jika sang atasan sedang berada di ruang gym. Fantasi Varlotta semakin liar. Ia juga jadi b*******h. “Aku pulang dulu. Terima kasih atas saranmu. Akan aku pertimbangkan menjalankan bisnis baruku nanti.” “Sama-sama. Aku senang bisa membantumu. Jika ada yang perlu kau tanyakan lagi. Hubungi saja aku, Katrine.” Varlotta langsung be

