35 - Rencana Varlo

1027 Kata

Varlotta berjalan cukup cepat menuju ke pintu utama guna, setelah mendengar bunyi bel. Menandakan bahwa tamu yang sudah ia ditunggu sejak satu jam lalu akhirnya datang juga. Tak masalah harus terlambat, sebab yang terpenting adalah Alexander bersedia memenuhi undangannya berkunjung. "Hai, Saudarakuuu!" seru Varlotta dengan suara cukup kencang dan juga melengking. Tangan kanan dilambai-lambaikan tepat di depan Alexander tengah berdiri. Jarak yang membentang di antara mereka hanya dua meter saja. Alexander pun belum masuk ke dalam. Masih berada di dekat ambang pintu. "Trims sudah datang. Kau memang selalu baik dan memenuhi keinginanku. Hihi," ujar Varlotta dalam nada yang semakin riang. "Jika aku tidak kemari. Kau akan mengomel di telepon sampa dua jam. Lebih baik, aku mengalah. Lagipula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN