"Selamat siang, Miss Vandara." Varlotta langsung menyunggingkan senyuman yang terbaik bisa dibentuk untuk memberi balasan sapaan dari kepala pelayan kediaman sang kakak. Ia pun berjalan anggun mendekati pria paruh baya telah berusia 60 tahun itu. Jarak dua meter saja di depan. "Selamat siang juga, Mr. Graco. Apakah Kakakku dan tamunya masih ada di dalam?" tanya Varlotta sopan sembari menunjuk ke ruangan tunggu. "Masih, Miss Vandara. Anda sudah ditunggu sejak tadi oleh Mr. Darmo. Beberapa kali Anda ditanya." Varlotta mengangguk cepat guna memberi reaksi. Ia tak mengurangi ukiran senyum di wajah. "Baik, Mr. Graco. Aku akan masuk ke dalam sekarang supaya Kakakku tidak mengomel dan memarahiku. Hihi." "Anda ingin minum apa, Miss Vandara?" Kali ini, Varlotta menggeleng. Dua kali saja. "Tid

