Darmo Vandara berjalan dengan cukup gesit dari dalam kamar mewahnya keluar. Tepat menuju ke arah ruang yang biasa digunakan untuk menerima tamu, terkhusus keluarga beserta juga teman-teman dekatnya. Masih terletak di lantai dua kediaman megahnya. Kurang dari satu menit, Darmo telah sampai. Ia langsung duduk di sofa panjang. Belum mengatakan apa-apa guna menyambut sang sahabat yang berada di depannya, Geonado. Darmo Vandara masih tak memercayai jika pria itu menemuinya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Geonado biasanya akan menelepon atau mengirimi pesan. Malam ini sedikit berbeda. Darmo menaruh curiga. "Hai, Kawan." Darmo menyapa dengan nada yang dibuat seramah mungkin. Teralun cukup kencang. "Kau tidak sibuk bukan? Sepertinya tidak. Jadi, aku datang kemari tidak akan sampai mengga

