"Jika kau ingin tertawa, lakukan saja sekarang. Kau tidak usah menahannya, Kawan. Kondisiku cukup pantas kau tertawakan bukan?" Geonado berucap dengan nada yang biasa saja, tak ada kekesalan. "Hahahahaha." Darmo Vandara akhirnya tergelak kencang sembari menepuk-nepukkan tangan. Jika sang sahabat sudah mengizinkan, maka dengan senang hati akan dilakukan. Bahkan, ia semakin mengencangkan tawa. Tujuannya tentu menguji sang sahabat. Ingin melihat sejauh apa Geonado akan dapat mempertahankan kekesalan. Walaupun, ia tahu bahwa tidak mudah memancing sahabatnya. "Tertawalah yang puas dulu sebelum aku mengajak kau berdiskusi. Kapanpun kau selesai, barulah aku akan mulai diskusi kita." Geonado berujar serius. "Haha. Apa tadi yang kau bilang, Kawan? Kita akan berdiskusi? Yang benar saja. Bukankah

