Setelah melihat Steve di Butik bersama wanita, Manda sangat sedih dan Dia tidak mengerti dengan hatinya.
Sekarang Manda di parkiran Mall mencoba menetralkan pikirannya. Menghirup udara dan mengeluarkan udara secara teratur.
Manda menyalakan Mesin motor dan melajukan Sepeda motornya menuju sebuah Hotel.
Dia tidak sanggup pulang ke Apartemennya yang mengingatkan tentang Steve.
Manda sekarang di hotel Bintang 2, Dia ingin menetralkan pikirannya.
Dia masuk Hotel dan langsung mencuci mukanya. Tanpa berganti pakaian dia langsung tertidur.
Ditempat lain Steve mengantar wanita itu pulang kerumahnya, Steve yakin Manda kecewa melihat dirinya bersama wanita lain. Dia terus menghubungi Manda tapi ternyata Ponsel manda tidak bisa di hubungi. Steve menuju Apartemennya Manda. Saat dia masuk ke Apartemen Manda tidak ada di sana padahal Waktu menunjukan jam 11 malam.
Steve memutuskan menginap di sana berharap dia bertemu Manda.
Ke Esokan harinya Manda terbangun pukul 05.30 pagi dan langsung pulang menuju apartemennya.
Manda masuk ke Apartemennya dan terkejut Steve sedang duduk di Sofa sambil meminum kopi.
"Dimana semalam kamu tidur?" tanya steve tanpa menoleh sedikitpun.
"Sa..ya..Tidur di hotel"Jawab Manda takut.
"Bagus..Apa kamu punya pelanggan baru?" Tanya steve mengejek.
"Maksud Pak Steve?" Tanya Manda sambil mendelikkan matanya dan berwajah kesal.
"Kenapa kamu punya kamar sebagus ini dan malah menginap di hotel?" Tanya Steve sambil meneguk kopinya.
"Hanya menenangkan pikiran saja" Jawab Manda.
"Oh..Begitu..Apa semua fasilitas dan kemewahan yang aku beri membuatmu resah dan gundah?" Tanya Steve lagi.
"Saya manusia yang mempunyai perasaan dan hati Pak Steve..Bukan boneka S*X mu yang bisa bapak pakai dan kemudian disimpan. Saya butuh perhatian dan kasih sayang seperti wanita lain.Bapak memang Orang kaya yang bisa bergonta ganti wanita sesuka hati bapak Tapi adakah sedikit Rasa empati kepada saya, dengan hanya menanyakan Kabar atau membalas pesan saya pak" ucap Manda Sambil terisak mengeluarkan semua ganjalan hatinya.
"Jadi apa maumu, Apa tidak cukup apa yang aku beri Hah.." Tanya Steve marah.
"Aku benci di Tak di perhatikan,Aku benci Pak Steve menanggapku sebagai Wanita pemuas nafsu dan ternyata pak steve di luar sana mengumbar Kemesraan dengan wanita lain..Aku bukan Jalang..Pak.." Manda berteriak kepada Steve sambil menangis.
"Hentikan semua ucapan bodohmu" Teriak Steve sangat marah.
"Benarkan pak..Benar?" Teriak manda sambil menangis.
Steve berjalan mendekati manda.
Plakkkk..
Steve yang sangat emosi menampar manda yang sedang menangis.
"Pak Steve" Ucap manda mendelik mendapati pipinya kena tamparan telapak tangan kekar Steve.
Steve Kaget dengan apa yang telah dilakukan kepada manda, Dia terbawa emosi karena Manda berasumsi tidak baik kepadanya.
"Manda maafkan Aku..,Aku tidak bermaksud menyakitimu, Sungguh.." Ucap Steve sambil mengelus mukanya kasar.
Manda berjalan mundur, Seakan tidak percaya Apa yang Steve lakukan padanya, Dia sangat sedih dan dadanya terasa sesak. Tiba-tiba pandangannya kabur dan gelap. Manda jatuh pingsan.
"Manda..Manda.." Samar samar manda mendengar dan menghilang.
Steve panik dan mengangkat tubuh manda dan membawanya ke Lift menuju mobil.
Manda dilarikan ke rumah sakit dan langsung di tangani dokter jaga.
Steve Panik dan tak bisa diam menunggu hasil pemeriksaan Manda.
"Maaf dengan keluarga pasien ibu manda" Tanya perawat ke steve
"Iya saya.." Jawab Steve.
"Bagaimana keadaan manda Dok?" Tanya Steve cemas.
"Dia hanya dehidrasi berat, Pola makannya buruk dan Kurang istirahat. Setelah Infusannya habis Bu Manda boleh pulang, permisi" Ucap Dokter.
Setelah 15 menit berlalu..
Manda membuka matanya perlahan dan melihat langit-langit kamar yang terlihat asing, Terasa perih dilengannya karena tusukan jarum Infus.
Dia mencoba duduk dengan sisa tenaga, terasa badannya sangat lemah.
Dia ingat terakhir perutnya terisi yaitu jam 10 Siang dan itu hanya memakan Roti yang dia beli di Minimarket.
"Apa Uangmu habis sehingga tak bisa membeli makanan atau Setiap malam kamu tidak pernah tidur? Tanya Steve bertubi-tubi saat tahu Manda siuman.
"Pekerjaan kantor saya banyak ditambah Tugas kuliah sehingga saya mengabaikan jam makan, Maaf merepotkan Pak Steve" Ucap Manda menundukan Kepala.
Steve berjalan mendekati Ranjang Manda, Manda terlihat sangat takut atas apa yang telah di katakan oleh nya kepada Steve sebelum dia tak sadarkan diri.
"Sebenarnya Apa mau mu??" Tanya Steve memandang Manda mengintimidasi.
"Maksud Pak Steve?" Manda Pura pura tidak mengerti.
"Kamu hanya pingsan bukan Amnesia Amanda Lestari" Ucap Steve penuh dengan penegasan.
"Jujur saya sangat kesepian dan merasa di acuhkan Oleh Pak Steve. Saya merasa sangat Tersiksa Kalau ternyata saya hanya di anggap pelampiasan Nafsu Pak Steve. Perasaan saya ini memang salah, saya Memang hanya Gadis..Hiks..Hiks.."Manda Menangis tak kuasa melanjutkan Kata katanya.
Steve memeluk manda dan menyenderkan kepala Manda di dadanya. Steve sadar apa yang dikatakan manda itu benar, Dia sangat Jahat kepadanya karena yang dibutuhkan Manda bukan hanya Materi tapi sedikit perhatian dan Kasih sayang.
"Maaf Aku salah..Tapi Aku tidak pernah berpikir apa yang kamu pikirkan selama ini. Kamu gadis istimewa untukku. Aku kadang Terlalu sibuk dan tidak pernah membalas pesanmu Dan Aku tahu kamu bertemu denganku kemarin malam bersama wanita.
Dia Teman Bisnisku dan Dia menyukaiku. Tapi Jujur aku tidak berniat menjadikannya Pacar atau Istri" Jawab Steve sambil terus memeluk Manda.
"Apa perlakuanmu kepada setiap wanita seperti itu? Berpelukan mesra di tempat Umum" ? Tanya Manda.
"Ha..Ha..Ha..Apa kamu cemburu?" tanya Steve.
Manda terdiam dan terus menangis.
Manda seperti Hidup sendiri di Dunia ini, semenjak Bertemu dengan Steve dia memang berkecupan materi tapi seperti ada yang kosong di hidupnya.
"Maafkan Aku Manda..Aku janji lebih perhatian kepadamu, Dan soal kamu menginap dihotel apa kamu sendirian?? Tanya Steve sambil melihat wajah Manda.
"Aku tidak pernah tersentuh laki-laki selain Pak Steve Jadi jangan berprasangka buruk kepadaku"Jawab Manda.
Steve tersenyum dan Mencium pucuk kepala Manda.
Dia tahu Manda cemburu kepadanya dan Itu membuatnya senang. Dia berjanji lebih menjaga perasaan Manda dan Lebih memberikan perhatian lebih.
*****
Dokter mengijinkannya pulang dan menyarankan istirahat untuk beberapa hari ke depan.
Steve mengantar Manda ke Apartemennya. Dia menginap di Apartemen Manda agar bisa menjaga Manda sampai sembuh.
Semua pekerjaan Steve di kirim ke Apartemen Manda
"Kenapa kamu tidak berhenti bekerja saja?" Tanya steve kepada manda yang tidur di Sofabed Ruang Tv.
"Bagaimana Aku hidup nanti" Ucap Manda cepat.
"Maksudmu?" Tanya Steve heran.
"Apa Pak Steve akan terus memberiku uang selamanya, Kalau pak Steve bosan padaku maka Pasti aku tidak akan di sentuh lagi" Ucap Manda Cepat
"Oia..Hebat sekali pemikiranmu.." Sindir Steve.
"Saya tidak yakin ada yang menerimaku sebagai Istri setelah ini, Karena Laki-laki baik pasti mencari wanita yang masih gadis sedangkan diriku..Hem..Tak usah di ungkit lagi berapa kali Kita bercinta Pak Steve" Manda Tertawa kaku.
"Apa kamu mau menjadi Istriku?" Tanya Steve sambil melirik Manda yang menatap Layar Televisi yang menyala.
"Ha..ha..ha..Mana mungkin kita menikah..Pak Steve" Ucap manda sambil tertawa.
Steve terdiam dan tidak melanjutkan perkataannya. Sekarang mereka serius menonton sebuah Film di Televisi.
Tidak ada obrolan lagi selain mambahas Peran yang di mainkan Aktor di Film tersebut.
Steve tidur dengan Manda. Dia hanya sesekali memeluk dan mencium Pipi manda, tidak lebih.
Manda sakit akibat dirinya yang selalu meminta di layani setiap malam sehingga Istirahat Manda berkurang.
*****
Manda sudah merasa sehat dan kembali bekerja.
"Manda ada berkas yang harus di tanda tangani Pak Steve, Bisakah kamu datang ke Kantor Pak Steve?" Perintah Pak Iman ke pada Manda.
"Biasanya Pak Ikhsan yang mengurus Berkas-berkas??" Ucap Manda sedikit Nada Menolak.
"Pak Steve ingin berkas di antar oleh mu!" Ucap Pak Iman.
"Astaga Pak Steve ada apa lagi ini" Ucap Manda dalam Hati.
"Baiklah" Jawab Manda.
Manda berangkat menuju kantor Steve menggunakam Taksi.
Jarak kantor Steve cukup jauh, sekitar setengah Jam perjalanan.
Sekarang Dia tiba dikantor Steve dan langsung menuju Resepsionis.
"Permisi saya Manda.Saya mau bertemu Pak Steve, Sudah Janji untuk ketemu" Ucap Manda.
"Baik tunggu sebentar Bu, Silahkan duduk" Ucap petugas Resepsionis.
Manda duduk di Kursi ruang tunggu di kantor yang sangat megah dan mewah.
"Bu Manda silahkan naik kelantai 10 nanti ada sekretaris Pak Steve mengantar Anda ke Ruangan Pak Steve" Ucap Petugas resepsionis
Manda berjalan ke Lift dan menaiki lift ke Lantai 10.
Setelah sampai dan keluar dari lift terdengar suara memanggil namanya.
"Amanda" seseorang memanggilnya.
Manda mencari Arah suara, ternyata Orang yang memanggilnya adalah orang yang selama ini Dia benci, Orang tersebut adalah Adi mantan Pacar Manda
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Adi
"Apa ini kantor milikmu sehingga aku tidak boleh datang ke sini? Tanya Manda sinis.
"Hai..Kenapa kau marah, Apa kau bekerja disini kenapa aku tak pernah melihatmu?" Tanya Adi sambil tersenyum mengejek.
"Bukan urusanmu"Jawab Manda Ketus dan meninggalkan Adi.
Adi yang tidak suka Manda bersikap ketus padanya mencoba menarik tangan Manda dan ternyata Steve keluar dari ruangannya.
"Manda?" Panggil Steve pada Manda.
Seketika Adi melepas tangan Manda dan tertunduk malu kepada Steve yang ternyata Atasan Adi.
"Maaf Pak saya mengantarkan Berkas ini untuk Pak Steve tanda tangani" Ucap Manda sambil tersenyum.
"Baik..Masuklah ke Ruangan Saya" Ucap Steve sambil berjalan keruangannya.
Adi bingung kenapa Pegawai biasa sekelas Manda bisa masuk ke ruangan Pak Steve yang seorang CEO. Adi sendiri adalah Manager Pemasaran di Perusahan Steve dan jarang bisa masuk ke ruang CEO nya.
Adi berjalan menuju sekretaris Steve.
"Siapa wanita tadi? Tanya Adi kepada sekretaris Steve.
"Ibu Amanda dari perusahaan Gemilang Contruction" Jawab sekretaris Steve.
"Oke..Thanks" Ucap Adi.
Dia tahu perusahan tempat Manda bekerja. Entah kenapa melihat Manda sekarang dia menjadi menyukainya lagi.
Dulu Manda dan Adi berpacaran dari Manda kelas 3 SMA sampai Lulus.
Adi yang 5 Tahun lebih tua dari Manda sangat lihai merayu wanita.
Dengan Modal Rayuannya Manda rela melepas keperawanannya untuk Adi.
Setelah beberapa kali mereka bercinta tiba tiba Adi memutuska untuk berpisah dengan Alasan dia ingin meniti Karir di perusahan Besar di Jakarta. Manda sangat terpukul dengan keputusan Adi yang sepihak.
Sekarang setelah beberapa tahun mereka tak bertemu, Mereka di pertemukan kembali. Jujur Adi sebenarnya sangat menyukai Manda tapi Karena Dia ingin meniti karir tanpa Hambatan maka dia memutuskan berpisah.
Dunia memang seluas daun kelor dan Adu merasa Sekarang saatnya mendapatkan Manda kembali.
"Aku akan menjadikan kamu milikku lagi Manda" Ucap Adi dengan senyum penuh siasat.
TBC