Arsakha kembali memfokuskan pikirannya untuk terus berjalan menyusuri setiap jengkal Alas Liren. Suara hening di sana tiba-tiba berubah menjadi riuh oleh suara burung yang beterbangan. Arsakha menatap ke cakrawala. Ia melihat sekelompok burung beterbangan seakan menjadi suatu pertanda tengah terjadi keributan ataupun suatu yang mengganggu penghuni Alas Liren. Tak lama berselang Arsakha mendengar suara obrolan manusia yang tengah diliputi ketakutan. Dia memutuskan untuk bersembunyi di balik pepohonan. Dia mengawasi dari kejauhan untuk melihat apa yang terjadi dengan mereka. Lima orang yang terlihat seperti pendekar berlarian tunggang-langgang sembari mengumpat. Arsakha mendengar bahwa mereka lari kocar-kacir karena serangan dari pendekar siluman Ki Belukang Sewu. Bahkan lima orang pendeka

