25. Penjaga Kembang Puncung Merah

1347 Kata

Setelah Arsakha menyadari bahwa pohon besar yang selalu menghalangi jalannya adalah jelmaan dari salah satu penghuni alas Liren, saat ini Arsskha mundur beberapa langkah dan menengadahkan kepalanya menatap ke atas pohon besar itu. Kedua manik mata Arsakha bagai kilatan mata elang yang begitu tajam menghunjam ke arah pohon besar di sana. Tanpa takut, Arsakha menanyakan kebenaran atas dugaannya itu. “Wahai pohon besar yang selalu menghalangi langkahku, sudahlah! Tidak usah berpura-pura dan menyamar menjelma menjadi sebuah pohon! Tunjukkanlah wujud aslimu! Aku bukanlah orang jahat yang akan semena-mena bertindak sesuka hati. Perjalananku ini memiliki niat yang baik untuk menolong seseorang. Sudahlah! Tidak usah menjelma menjadi apa pun, hanya untuk menghalang-halangi perjalananku! Keluarlah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN