“Kisanak! Sebenarnya aku datang ke sini tidak untuk bertikai denganmu. Aku hanya ingin mendapatkan kembang Puncung Merah demi mengobati putri bungsu dari Gusti Demang Damar yang sudah begitu baik membantuku, memberikanku pekerjaan selama aku dalam pengembaraan. Tetapi jika Kisanak tidak mempercayai siapa pun dengan cerita apa pun, rasanya percuma saja jika aku terus menerangkan panjang lebar.” Arsakha menghentikan ucapannya, tetapi Ki Belukang Sewu sepertinya mengetahui maksud dari Arsakha dengan apa yang dibicarakannya. “Aku pun sangat memahami arah pembicaraanmu, Anak Muda! Jika kau ingin pertarungan segera dimulai, silakan saja! Asal kau tahu, Anak Muda! Pertarungan ini hanyalah sesuatu yang semu, karena sebenarnya kau belum mengetahui di mana keberadaan kembang Puncung Merah di dalam

