Secuil Kisah Meytha

1231 Kata

“Meytha..., Kita jalan ke Mal yukk, mumpung pak Rey nggak ada,” ajak Cindy saat berada di depan pintu ruang Dinda dan melihat Meytha mengunci pintu ruangan Reynaldi. “Boleh juga tuh, kita patungan naik taxi nya," ujar Dinda antusias tersenyum lebar. “Maaf..., aku nggak bisa ikut. Kasihan kedua anakku. Kapan-kapan yaa, Byee. Makasih udah bantu usir kutu busuk yang tadi,” pamit Meytha melangkah lebar ke arah lift. Rutinitas yang dilakukan oleh Meytha untuk memastikan anaknya sudah makan, tidur siang membuat dirinya tidak memedulikan cuaca panas. Karena baginya makan bersama anak-anaknya adalah suatu bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Sesampai di tempat parkir, Meytha langsung tancap gas memacu motornya menuju ke rumah. Perlu waktu lima belas menit untuk sampai rumahnya. Hampi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN