Meytha sampai di kantor saat jam telah menunjukkan pukul satu lewat lima belas menit. Peluh membasahi wajahnya karena hari ini cuaca begitu panasnya. Sesampai di kantor, tanpa tergesa-gesa Meytha keluar dari dalam lift dan berjalan santai menuju ruang kerja Dinda. “Hey..! Kok baru datang, tumben. Cepat..! Pak Rey bolak balik nanya kamu, emang ponselmu mati yaa?” tanya Dinda kala Meytha berdiri di sisi pintu ruang kerjanya. “Jadi, Pak Rey udah datang?” tanya Meytha dengan wajah pucat karena terlambat masuk kantor. “Udah..., aku tadi dihubungi sama dia. Batal dah aku Shopping, karena balik lagi ke kantor,” keluh Dinda pada Meytha yang masih menanyakan situasi terkini tentang sang CEO. “Kenapa harus batal, bilang aja lagi makan,” tutur Meytha sembari mengambil ponselnya dan dilihat mati

