“Ini untukmu,” aku melirik kearah sebuah boneka panda yang ukurannya terbilang besar. Oh, mungkin raksasa. “Kenapa?” tanyaku, pria itu nampak sedikit kikuk. Namun aku bisa melihat ada sebuah pancaran sinar yang riang dari kedua sorot matanya. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari kedua mata itu. “Aku pikir kau menyukai yang seperti ini,” akunya. Dia memang tidak sepenuhnya salah. Aku sebagai seorang perempuan memang menyukai benda imut, dan menggemaskan macam ini. Hanya saja aku lupa kapan terakhir kali aku memiliki yang seperti ini setelah boneka lusuh yang aku miliki dirumah. Meski sungkan aku kemudian mengambil benda itu. Memeluknya erat, merasakan rasa empuk yang menyenangkan untuk dirasakan. Kami sudah menghabiskan waktu bersama dan mencoba seluruh wahana yang ada, termasuk

