Aku berhasil keluar dari gedung itu dan dengan segera menemukan taksi untuk kembali. Rasa lega namun juga rasa yang dipenuhi oleh banyak kemelut membuat kepalaku terasa pusing dan sakit. Setelah mengatakan alamat tujuan, aku duduk ditaksi dengan tangan yang menutupi kedua mata. Hari ini aku tidak melakukan sesuatu yang bisa menguras tenagaku secara fisik. Namun rasa lelah yang aku rasakan begitu banyak hingga menghela napas untuk membuat hatiku lapang saja terlalu sulit untuk dilakukan. Aku sebetulnya tidak ingin memikirkan apa-apa. Tapi alam bawah sadarku nyatanya malah terus-terusan memaksaku memutar ulang semua kejadian yang aku lewati mulai dari persiapan hingga akhir saat aku bicara dengan perempuan manis itu. Aku merasa sangat lemah, padahal aku hanya mendapatkan perkataan kasar saja

