“Jake Daniel,” ujarku pada sang bartender begitu aku masuk dan duduk disebuah kursi yang kosong. Pria tersebut menganggukan kepala seraya sedikit menjauh untuk membuatkan pesanan yang aku katakan. Suasana tempat ini hingar bingar yang terbilang lumayan rapi, tidak sebarbar tempat dimana Elvern pernah membawaku dulu. Tapi untuk apa aku harus peduli pada sebuah perbandingan, toh dia tidak ada disini dan alasanku kemari untuk mempermudah proses melupakannya. Pria itu pastinya masih sibuk bersama beberapa rekan kerjanya dipesta sekarang. meskipun dia terlihat khawatir tapi aku sangsi dia akan kemari. Aku tahu bahwa dia bukan pria yang cukup bodoh untuk pergi dari tempatnya demi mengejar seorang wanita miskin. Selagi menunggu aku menutupi wajahku dengan jidat yang menekan meja bar. Bising-bis

