“Hei, semestinya kau mencuci sayurannya, bukan aku,” ujarku sebal saat Idril tidak serius dengan persiapan yang akan kami lakukan. Dia tiba-tiba saja ingin bergabung dan membantuku. Maka kemudian aku menyuruhnya untuk mencuci sayuran saja, karena untuk urusan lain aku sangsi dia bisa mengurusnya dengan baik. Tapi yang dia lakukan hanyalah sebatas bermain-main sambil memerciki aku dengan air saat aku sedang mengurus untuk bumbunya. Itu benar-benar sangat berantakan di dapurku, aku menyesal tidak menggunakan dapurnya. Tapi anehnya semua kekacauan ini membuatnya jadi lebih menyenangkan meskipun akhirnya nanti aku akan kerepotan mengurus semua kekacauan ini selepas kami puas bermain-main. Kejadian ini berlangsung setelah kami kembali dari supermarket dan merenungkan beberapa daftar hidanga

