Aku menatap kekacauan yang aku buat diatas ranjang yang biasanya selalu bersih dan rapi. Ini seperti sebuah kemustahilan, apalagi Tindakan ini berdasarkan oleh sesuatu yang kecil. Kenapa aku melakukan hal yang seperti gadis remaja yang baru saja jatuh cinta? Aku menatap kearah tumpukan pakaian yang berjejer sembarang. Hampir seluruh isi lemari telah aku keluarkan demi mencari pakaian yang menurutku bisa aku gunakan. Setidaknya penampilanku tidak selusuh biasanya, itu adalah point awalnya. Tapi setelah semua ini aku jadi meragukan point awal yang aku teguhkan untuk diriku sendiri. Ada banyak warna yang tersedia, mulai dari yang basic, pastel hingga beberapa warna cerah yang aku sendiri bahkan tidak tahu apakah cocok denganku atau tidak. Ada pula deretan celana mulai dari yang super pendek (

