Menikahi Perempuan Lain

1558 Kata

Naura duduk dengan tatapan kosong, sendirian di ruang tunggu. Meski dengan tatapan yang kosong, matanya berkaca-kaca. Pikirannya tidak bisa berhenti mengingat obrolannya dengan salah satu pasien yang dimaksud oleh suster Anisa tadi. Suster Anisa mengantar ke ruangan Pak Rusdi, pasien kurang mampu dan sudah menua yang ditunjukkan oleh suster Anisa. Ragu-ragu Naura masuk dengan mengetuk pintu. Ternyata Pak Rusdi belum istirahat. Naura tersenyum mengucapkan salam dan memperkenalkan dirinya. "Bagaimana dengan keadaannya Pak?" tanya Naura. "Begitu, Neng. Bapak udah pasrah saja sekarang ini. Makanya sebenarnya bapak ingin pulang, tapi terhambat biaya. Jadi, bapak belum diizinkan sebelum melakukan pembayaran lunas. Capek, Neng. Lama-lama di rumah sakit juga kalau bapak ngerasa gak ada perub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN