6

1093 Kata
" sial benar hidup ku hari ini, ) ucap amora dalam hati. ia salah tingkah, dan mendorong tubuh reihan dan melepaskan diri lalu duduk disamping kasurnya pura pura memainkan ponselnya. sedang reihan menatap amora dengan menggeleng geleng kepalanya. amora yg tersadar ditatap seperti itu membenahi duduknya dan membelakangi tubuh reihan. tetapi reihan tidak mau kalah, ia melangkah dan mendekat ke arah amora dari belangkang sangat erat dengan nafas yang memburu membuat amora kaget dan berdiri. " ka-kamu mau apa?! Tanya amora kaget diperlakukan seperti itu. " tentu saja ingin memakan mu ucap reihan ketus. " aku lapar hampir 1 jam nungguin kamu dari tadi, mulai mandi, berganti pakaian, begitu selesai malah bersantai lagi memainkan ponselmu. sungut reihan memarahiku. amora menggaruk kepalanya yg tidak gatal. " Maaf aku lupa" ucapnya sambil nyengir. reihan membuang muka karena kesal. amora berdiri dan mengambil tas kecil miliknya dan bergerak pergi menghadap reihan , " jadi gak makannya?" tanya amora kesal. reihan menarik amora keluar dari kamar mereka dan mengunci pintu, setelah itu berlalu pergi tanpa memperdulikan dirinya . amora mengekor dibelakang reihan yg berjalan terlalu cepat hingga ia kewalahan mengejarnya. "Amora kamu bisa jalan gak sih! cepetan dikit dong , cacing diperut sudah dari tadi meminta makan ucap reihan kesal sambil melangkah. "eh....iya ...maaf...kakimu tau panjang, aku kewalahan mengikutimu. ucap amora gak mau kalah.  reihan mendengus kesal dan berhenti mendadak. *bugh...* amora menabrak punggung lebar reihan " Ehh maaf aku gak sengaja, ucap amora gugup. reihan menunduk, dan berbisik ditelinga amora." apa perlu aku gendong? Tanya reihan. amora terdiam tak menghiraukan nya. kebetulan ada tukang bubur ayam yang lewat.   " yaudah kita makan bubur ayam aja gimana.? Tanya ayu. " habis ini kita kembali ke hotel ucap ayu menyarankan. reihan mengangguk setuju. mereka pun memakan bubur ayam dengan lahap karena kelaparan, mulai tadi lagi hingga siang hari ini baru terisi perut mereka berdua. Alhamdulillah amora merasa lega akhirnya ia bisa istirahat, kakinya terasa pegal berjalan terlalu jauh sambil setengah berlari mengikuti reihan... " mas reihan " panggil amora. " hem" jawab reihan sambil menyendokkan bubur nya kemulut dan menoleh kearah amora. " nanti pulangnya pelan-pelan aja ya jalannya pinta amora. reihan tersenyum. "Kenapa! pegal ya!, apa perlu ku gendong aja biar kamu gak pegal, ujar reihan menggoda. ia mendengus kesal, " sudah lupakan saja" anggap saja aku gak ngomong apa sama kamu, ucap amora kesal. reihan tertawa cekikikan " kamu kalau lagi ngambek, lucu tau! ucap reihan sambil memencet hidung amora.  amora melengos dan memanyunkan bibirnya, reihan masih juga menertawakan dirinya. "amora, andai saja kamu tahu, apa yg kualami 2 tahun tanpamu aku benar-benar putus asa, bahkan aku hampir gila memikirkanmu. andai saja gak ada sepupumu saat itu, mungkin aku gak akan bisa bertemu dengan mu saat ini. ucap reihan sambil memandangi wajah amora dengan mata yg berkaca- kaca dan menyunggingkan senyum sambil mengelap bibir nya yg berlepotan sehabis makan bubur. " aku jadi merasa bersalah mas reihan, maafkan aku, bukan maksudku ingin menghianatimu. waktu itu aku disposisi yg sulit, ibuku memaksa ku menikah dengannya sampai ibuku mengancamku dengan mengakhiri hidupnya kalau aku menolak pernikahan ini. ucap amora. setelah kenyang, mereka berdua kembali kehotel denga sibuk dengan pikiran masing-masing. amora dan reihan duduk berjauhan. reihan duduk di sofa, sedangkan amora duduk diatas kasurnya. ia merasa canggung. lagi lagi mereka berdiam diri layaknya seperti orang yang sedang bermusuhan. "amora" tadi aku mendengar kamu sedang berbicara dengan pak jono siapa dia? Tanya reihan. " Oh, pak jono, beliau yg akan membantuku nanti berangkat kembali ke taiwan, pak jono menyuruh ku ke bandung dan bertemu dengan laras yang akan me jadi rekan kerja ku nanti. jadi nanti kita akan terbang ke taiwan berdua , ucap ayu panjang lebar. kalau begitu, kita mampir bentar kerumah saudaraku main bentar, trus kita berangkat ke bandung bersama-sama ucap reihan. " Iya, ucap amora mengangguk. " tapi ada syaratnya ucap reihan "apa syaratnya ! tantang amora " kita akan mengontrak 1 rumah, selama di kontrakan kita tinggal bersama, ucap reihan. " apa! kamu gak bosan ya mas selama 1 bulan ribut adu mulut terus samaku? Tanya amora. " hm! enggak tuh! jawab reihan sambil menggeleng kan kepalanya. dalam hati [ aduh mora, kamu itu ngerti gak sih! kalau boleh jujur aku ingin kita selalu bersama selamanya, bahkan aku selalu berdoa semoga tuhan membuka pintu hatimu buatku, dan meninggalkan suamimu yg b******k itu] " hem,! gimana ya? aku pikir pikir dulu deh. gimana gak kesal aku lihat sikap kamu yg bikin aku emosian. ucap amora. " Aku janji akan lebih sering mengalah kepadamu . dan gak akan membuat mu marah lagi, gimana? ucap reihan. " dan kamu gak perlu khawatir dikontrakan kita akan tinggal bersama ke 2 temanku tomi dan fira. ucap reihan. "em.! baiklah. ucap amora setuju. Akhirnya amora menyetujui permintaan reihan, lagian ia juga bingung di bandung ia tak punya kerabat, pasti sulit untuk mencari tempat tinggal. sedangkan rekan kerjanya juga tinggal bersama suaminya dan gak mungkin juga ia numpang tinggal disana akan menjadi berbahaya. " lebih baik bersama reihan, toh juga aku idah lama mengenalnya.. aku juga pernah pacaran lama dengan nya, gak mungkin juga ia tega berbuat macam-macam denganku, ucap amora dengan polos . " eh bukannya ini lebih berbahaya lagi ya ? kan bisa saja cinta yang sudah lama menghilang akan tumbuh kembali! ucap ayu dalam hati sambil menggaruk pelipisnya. Tanpa ia sadari, reihan memerhatikan tingkah lakunya, " kamu kenapa? Tanya reihan. " eh..gak papa !! jawab amora asal. " trus kenapa itu kening di garuk ? Tanya reihan. amora hanya tersenyum, tanpa menanggapi.. " amora kamu lapar gak ?.di sebarang hotel ada penjual nasi uduk, kita turun yuk, ucap reihan. " em ,boleh! amora mengangguk menyetujui. reihan menggandeng tangannya membawa keluar kamar dan mengunci pintu kamar hotel. sepanjang perjalanan ia menggandeng tangannya amora erat tanpa mau melepaskan, berjalan pelan tidak seperti tadi pagi yg hampir membuat kakinya hampir copot. entah kenapa amora tidak bisa menolaknya, malah ia bergelayut manja dilengan mantan kekasihnya. berjalan begitu romantis layak pasangan muda-mudi yg lagi kasmaran. bahkan ia lupa bah ia sudah menikah dan memiliki seorang anak. perasaan seperti ini tak pernah ia rasakan saat bersama suaminya. Suaminya amora adalah sesosok pria yang cuek bahkan selalu mengabaikannya, dia bahkan lebih suka tidur dirumah ibunya di bandingkan tidur dengan istri dan anaknya. Saat mereka baru menikah, suaminya juga sering meninggalkan nya, kadang seminggu, atau 2 minggu tanpa memberikan kabar kepada dirinya. suaminya tidak pernah membelanya ketika ibu mertuanya mencaci maki dirinya dan saudara suaminya juga menginjak-injak harga dirinya sampai kadang ia berpikir. Apa gunanya punya suami kalau toh juga gak bisa membuat ia nyaman ?! ***tbc***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN