7

1051 Kata
ia pun jadi sama cueknya seperti suaminya, semenjak suaminya memperlakukannya seperti itu, bahkan amora gak perduli kalau suaminya gak pulang. ibunya amora yg selalu memaksa nya untuk menjemput suaminya di rumah orangtuanya tapi ia selalu menolak hingga membuat ibunya marah, entah kenapa orangtua amora sangat sering membela suaminya, dari pada membela dirinya selaku putri kandung orangtuanya. ayu diam sambil menyenderkan kepalanya dibahu reihan dan berusaha melepaskan semua beban berat yg ada di pundaknya ia pendam selama ini. reihan yg peka dengan keadaan amora membiarkannya menyandar dibahunya dan berkata " apapun masalahmu ingatlah masih ada aku yang selalu peduli denganmu," ucap reihan sambil mengelus rambut amora. amora menangis dan memeluk reihan sangat erat begitu pula reihan ia seperti sosok pelindung bagi amora. " amora dengarkan aku! lebih baik kamu tinggalkan suamimu dan menikah lah denganku, masalah putrimu, kamu gak perlu khawatir aku akan menyayangi nya seperti putri kandungku sendiri " ucap reihan bersunguh sungguh sambil menghapus air mata amora. amora masih diam membisu, ia tak tau harus berkata apa, "mungkin mas reihan bisa menerima aku dan putriku. tapi bagaimana dengan orangtua mas reihan? bagaimana dengan kerabat mas reihan? apa ia bisa menerima aku dengan janda beranak satu! gumam amora dalam hati. "mas kita pulang aja ya aku udah gak mod buat makan lagi, nasi uduknya dibungkus aja, kita makan dihotel, ucap amora. " baiklah" balas reihan. " kamu tunggu disini sebentar, aku pesan dulu, habis ini kita langsung pulang, besok kalau udah sampai di bandung, aku akan membawa mu ketempat yg bisa membuatmu nyaman, ucap reihan. amora tersenyum.... tak berselang begitu lama, mas reihan kembali kearahnya dan menenteng bungkusan nasi goreng lalu menggandeng tangan amora dan membawa nya pulang ke hotel. sampai di hotel reihan menaruh nasi gorengnya di atas meja kecil samping sofa dimana ia tidur tiap malam. yahhh.... amora dan reihan memang tidur satu kamar tapi ditempat yang berbeda, jadi mereka tidak melakukan perzinahan. cuma sekedar peluk, cium, entah apa namanya, ia juga tak tahu. " amora"... " boleh aku tanya sesuatu padamu! ucap reihan sambil mendekatinya. " kamu mau tanya apa mas?, ya tinggal tanya aja, gak perlu izin segala, kayak mau minta apa aja,! ucap amora ngegas " emangnya boleh kalau aku minta sesuatu padamu, bakalan kamu kasih ?! atau malah kamu omel-omelin lagi , ucap reihan tidak mau kalah. " hmm, ya tergantung apa dulu yang kamu minta,! jawab amora salah tingkah. " amora...amora, kami itu lucu, sebentar nangis, sebentar lagi ngelawak, sebentar ngomel-ngomel nggak jelas, ucap reihan sambil menarik narik dagu amora. amora reflek menghempaskan tangan reihan dari dagunya. " tuh kan mulai lagi judesnya, ucap reihan pasrah. " Maaf,, maaf alu janji gak akan judes lagi, asal ??, ucap amora sambil menjabat tangan reihan " asal apa ? Tanya reihan. " asal kamu gak membuatku kesal,! ucap amora sewot. " lah, itu udah sewot lagi. ujar reihan. " kamu tuh benar benar unik, dasar perempuan memang susah di tebak hati nya. mendingan kita tidur aja, karna besok harus bangun pagi, ucap reihan mengingatkan. " lah kamu gak jadi makan mas? trus itu nasi uduknya buat apa? Tanya amora. " ah lupakan saja nasi goreng nya, aku sudah kenyang kamu omelin, selera makan ku jadi hilang, jawab reihan. " jangan mas, sayang nasinya. beli pakai uang dibuang-buang ucap amora mengingatkan. " bagaiman kalau aku suapin aja! " ucap amora menawarkan. " ini sudah larut malam amora, tidak baik kalau makan nasi, nanti aku jadi gendut. tolak reihan. " emang kenapa kalau gendut ? Tanya amora. " nanti jelek nanti gak ada cewek yang mau sama ku. orang setampan ini aja masih kamu khianati apalagi gendut! tidak menutup kemungkinan bakalan kamu tinggalin "! ucap reihan tanpa sadar kalau amora memang sudah meninggalkannya. yah..! meninggalkan nya demi menikah dengan pria lain walaupun itu dengan karena terpaksa.! " sudah ya bawel jangan ngoceh terus! aku capek banget. nanti semakin malam semakin banyak setan berkeliaran dan godaan aku untuk menerkam mu, ucap reihan. ngomong-ngomong soal setan, amora jadi bergidik ngeri menyembunyikan muka nya dibalik selimut. ia melirik mas reihan yang sudah tertidur pulas, sepertinya dia memang benaran capek dan ia gak mau mengganggunya. amora mencoba memejamkan matanya, namun pikirannya masih terbayang kata setan. ia semakin gelisah ketakutan. badannya penuh keringat dingin. ingin rasanya ia menyusul reihan yg tidur di sofa tapi ia takut terjadi sesuatu yg tidak diinginkan. amora melirik sekali lagi ke arah kursi dari balik selimut nya masih juga gak bergerak. (" apa benaran dia tidur?" )tanyaku dalam hati [bergerak menuju kursi dan menyibakkan selimut nya] Amora rebahkan tubuhnya disamping reihan . " mora jangan salahkan aku, jika aku memperkosamu . Bagaimana pun aku ini lelaki normal melihat perempuan cantik seperti mu aku pas ti tergoda " bisik reihan dalam keadaan mata terpejam amora kaget dan melirik reihan dari arah yang dekat . " mungkin mas reihan lagi ngigau ucap amora pada dirinya sendiri. Sambil menunggu rasa kantuk datang ia mempermainkan bulu-bulu halus yang tumbuh diujung dagu dengan jarinya. " ganteng juga ternyata!. ucap pelan amora yang masih terdengar oleh reihan" ucap reihan dengan mata yang masih terpejam. " Iya ganteng, aku memang ganteng trus kenapa kamu lebih memilih b******n itu daripada aku "ini dia benaran mengigau atau cuma pura-pura tidur sih ujar amora ... kerna penasaran amora mencoba membuka mata reihan. (" aduh reihan tahan reihan jangan sampai menjauh. Jarang-jarang dia mau sedekah ini sama kamu) bisik reihan dalam hati Jari-jari Amoraaa masih asik mempermainkan rambut rambut yang tumbuh di dagu reyhan tanpa berucap sedikitpun pun . * "kenapa tiba-tiba diam ya ?. apa jangan-jangan amoraaa sudah tidur? gumamnya reihan penasaran dan mencoba membuka matanya perlahan-lahan Benar saja amoraaa tertidur pulas sambil memeluk reyhan. Reihan mengelus pipi amora dengan lembut dan mulus. " meskipun kamu sudah menikah dan memiliki anak, kamu masih sama seperti amora yang aku kenal dulu. Cantik dan manja,! Bahkan mungkin jika kamu gak cerita, orang bakalan gak tahu kalau kamu sudah pernah menikah " ujar reihan lirih Tak terasa mereka tertidur dalam keadaan berpelukan. ^ ^ *PAGI HARI* Ketika bangun amora tampak kaget dan turun dengan cepat menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya. Diliriknya reyhan masih belum membuka matanya amora mengira kalau Reihan gak tau apa yang terjadi tadi semalam. Sedangkan reihan hanya berpura-pura tidur untuk menghindari ocehan amora yang seperti burung beo. jadi ia melanjutkan tidur ya. tbc bantu sucribe ya teman
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN