8

1059 Kata
Amora melirik reihan sekali lagi dari balik selimutnya masih juga gak bergerak. (apa beneran dia tidur,?) Tanya amora dalam hati. akhirnya dengan ragu amora amora mendekat dan menyibak selimut reihan, ia rebahkan badan disamping reihan. "mora jangan salahkan aku, jika aku memperkosamu bagaimanapun, aku ini laki-laki normal melihat perempuan cantik sepertimu,aku pasti tergoda", ucap reihan dalam berbisik halus sambil memejamkan kedua matanya. ia kaget mendengar suara reihan, meliriknya dari arah dekat, ( mungkin mas reihan lagi ngigau) pikir amora dalam hati. sambil mempermainkan bulu bulu halus yang tumbuh diujung dagunya dengan jari nya . " ganteng juga ya ternyata.! ucap amora lirih. " Iya ganteng, aku memang ganteng trus kenapa kamu lebih memilih b******n itu daripada aku? ucap reihan yang masih tidak membuka matanya . "ini dia benaran ngigau atau cuma pura-pura tidur sih? ucap amora dengan suara pelan penasaran, sambil mempermainkan matanya reihan. ( aduh reihan, tahan reihan. jangan sampai dia menjauh, jarang- jarang dia mau sedekah ini sama kamu) bisiknya reihan dalam hati. jari jari amora masih asyik mempermainkan rambut yang tumbuh di dagu reihan tanpa berucap sedikitpun. ( "Kenapa tiba-tiba jadi diam ya,? apa jangan-jangan amora udah tertidur ? ) gumam reihan penasaran dan mencoba membuka matanya. benar saja amora tertidur pulas sambil memeluknya. reihan mengelus pipinya yang mulus. " Meski pun kamu sudah menikah dan memiliki anak, kamu masih sama seperti amora yang aku kenal dulu. cantik dan manja,! bahkan mungkin jika kamu enggak cerita orang gak bakalan tau kalau kamu sudah menikah" ujar reihan. * Tak terasa mereka tidur dalam pelukan.* Ketika bangun amora tampak kaget dan melompat pergi ketempat tidurnya. Diliriknya reihan masih belum membuka matanya. Amora mengira kalau Reihan gak tau tentang apa yang terjadi semalam. Sedangkan reihan hanya berpura-pura tidur, untuk menghindari ocehan yang seperti burung beo. Amora meraih ponselnya yanga da disamping tempat tidurnya "ini sudah pukul lima pagi " mereka harus pergi keterminal bunga Asih sebelum jam 6. Buru-buru amora masuk kamar mandi, begitu selesai dan berdandan rapi barulah ia membangunkan reihan. Karena amora gak mau berdebat seperti biasanya. itu bisa membuat mereka ketinggalan bis. " Mas reihan, mas bangun " amora menggoyang-goyangkan badan reihan. " hmmm, cium dulu..! ucap reihan merayu amora. Mad ini sudah jam 8:00 cepetan bangun." ujar amora ngerjai reihan. " ha....!! jam 08:00! reihan melompat kaget dan menyambar handuk di pundak amora lalu buru-buru. " amora cekikikan " menahan tawa. secepat kilat reihan mandi buru-buru membuka koper kecil miliknya mengambil pakaian ganti. sedang amora masih menatapnya menahan tawanya " kamu kenapa? Tanya reihan penasaran " nggak apa-apa " ucap amora tersenyum Astagaaaaaaa! " kamu ngerjain aku ya? seru reihan yang mulai sadar . amora tersenyum menjulurkan lidahnya membuat reihan gemas dan mengejarnya. " amoraaaa!!! reihan berteriak memanggil nama amora lalu mendorongnya diatas kasur dan menindihnya dari atas. " aduh mass! badan mu berat sekali " ucap amora sambil mendorong nya. reihan tak memperdulikan nya. " mas reihan, bisa mati sesak nafas aku kalau seperti ini ! ucap amora dengan nafas yang memburu. reyhan akhirnya menyerah dan bangkit dari tubuh mungil amora. lagi-lagi ia harus menahan hasratnya yang memuncak di ubun-ubun. amora membenahi rambut nya yang acak-acakan dan merapikan pakaian nya yang sedikit kusut kerana perbuatan reihan. seperti kucing yang kelaparan menerkam mangsanya.  reihan melirik ponselnya pukul 5:40 sebentar lagi pukul 6:00 ia dan amora gak boleh ketinggalan bis. mereka berjalan menuruni tangga menuju meja resepsionis mengembalikan kunci kamarnya lalu bergegas pergi ke terminal naik bis menuju bandung. mereka berdesakan dengan seorang pengaman juga penjual asongan . reihan melindungi amora dengan badan besar nya seperti bodyguard . semua mata menatap ke arah amora. mereka kagum dengan kecantikan amora, dia terlihat begitu cantik menggunakan kaos putih di rangkap dengan jaket warna armi di padukan dengan celana jins warna biru, rambut nya di ikat asal menambah pesona nya ... Reihan cemburu seolah tidak terima pujaan hati nya jadi incaran banyak orang. Reihan mengeluarkan masker dan kaca mata hitam miliknya, menyuruh amora memakai nya. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai ditempat tujuan di kota bandung. sesosok pria muda dan pria paruhbaya menjemputnya. "Amora perkenalkan ini om rendi dan ini anaknya fery " ujar reihan memperkenalkan " amora tersenyum ke arah mereka dan mengeluarkan tangannya " amora om" ucapnya om rendy dan fery menyambut uluran tangan amora dan mengenalkan nama mereka. " yaudah kamu pake motor ku saja. biar aku boncengan sama fery. ucap om rendy sambil menyerahkan kunci motornya . Setelah mereka pergi amora berbisik kepada reihan. " ferry ganteng juga ya mas, masih muda lagi. mungkin dia seumuran denganku" bisik amora iseng. Reihan menyikut tubuh amora dan mendelik kan matanya kearah wajah amora . " awas kalau berani macam-macam" ancam reihan. " [menatap langit mulai gelap tertutup awan hitam, sepertinya mau turun hujan] reihan tergesa-gesa mengambil motor nya dan menyuruh amora naik diboncengan " sedangkan om rendy dan putra nya ferry sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan mereka berdua bahkan mereka kehilangan jejak karena cepatnya mengendari sepeda motornya . reihan dan amora mengendarai motornya melewati jalanan kecil penih tanjakan namun terlihat indah. karena di sekeliling nya banyak di tanami pepohonan juga area persawahan sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan membuat amora rindu dengan kampung halaman nya. namun apalah daya nya amora uang nya tidak cukup untuk pulang ingin rasanya ia menangis teringat bayi kecilnya yang dulu di tinggalkan nya. " maafkan mama sayang, karena mama belum berani menemui mu," bisik amora dalam hati. " Amora tolong pegangan yang kuat ya, sebentar lagi kita akan melewati jalan yang menanjak " perintah reihan dengan suara keras. " hmm, " ucap singkat amora sambil mengeratkan pelukan nya di pinggang reihan. *setelah mengendarai sekitar 20 menit akhir nya mereka sampai di tempat tujuan . Dan disambut hangat oleh tante halimah istri dan om rendy.* " Amora jangan sungkan, anggap saja rumah sendiri " ujar tante halimah " amora mengangguk dan tersenyum " bagaimana bisa tante halimah tau namaku? padahal kita belum berkenalan " batin amora bertanya-tanya. Tante halimah yang melihat amora tampak bingung langsung berkata" 2 hari yang lalu sebelum suamimu menjemputmu ke jakarta dia sudah menginap dirumah tante dan bercerita panjang lebar tentang mu, reihan juga dengan bangga menunjukkan foto mu pada tante. Ternyata aslinya malah lebih cantik dan manis dari foto nya ,." jawab tante halimah sambil mengelus lembut surai panjang amora.. ^suami? bisikku sambil menatap reihan minta penjelasan . sedangkan yang di tatap cuma nyegir. tbc bantu vod subscribe
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN