210

1087 Kata

"Wow, ucapan tadi sangat mengejutkanku," ucap Mas Hamdan saat kami duduk di mobil. "Aku harus bagaimana lagi Mas kupikir di pesta ini semuanya akan berjalan dengan lancar, tapi tidak kusangka bahwa pria itu melakukan sesuatu yang tidak kuduga ... Tadinya Irsyad adalah pria yang baik dan bijak namun sejak bertemu Maura sifat mereka hampir-hampir tidak ada bedanya," ujarku sambil menyalakan mobil. "Mereka berdua sama saja ...," timpal Mas Hamdan sambil mendesah pelan. "Ah, iya, kalau begitu kita tak boleh buang waktu lama lama di sini. Ayo pulang saja," ujarku sambil memutar kemudi dan keluar dari lokasi parkir. Untungnya pakaian dan barang-barang sudah ku letakkan terlebih dahulu jadi aku tidak perlu harus kembali naik ke lantai 2 untuk mengambil pakaian kami yang tertinggal di kamar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN