Gak Manggil Sayang Aja

1058 Kata

Kesya meringkuk di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. AC kamar sebenarnya tidak terlalu dingin, tapi tubuhnya tetap menggigil. Kepalanya terasa berat. Padahal tadi pagi ia sudah minum obat. Ia membuka mata perlahan lalu menatap langit-langit kamar. “Kenapa masih pusing sih…” Kesya menghela napas pelan. Rambutnya sedikit berantakan menempel di pipi karena keringat demam. Ia meraih gelas air di meja samping tempat tidur lalu minum sedikit. Setelah itu ia kembali rebah. Apartemennya sunyi sekali. Biasanya ia tidak terlalu memikirkan kesunyian itu karena selalu sibuk. Tapi hari ini rasanya berbeda. “Sendirian begini ternyata gak enak juga…” Ia menutup matanya lagi. Baru beberapa menit mencoba tidur, tiba-tiba ponselnya berbunyi. DRRTT… DRRTT…

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN