Back to Reality

1880 Kata

Pagi itu langit Jakarta terlihat cerah. Mobil Mini Cooper orange milik Kesya melaju pelan memasuki area parkir gedung Aurellion Group. Mesin mobil dimatikan. Kesya bersandar sebentar di kursinya sambil menarik napas panjang. Matanya menatap gedung tinggi di depannya. Gedung tempat ia magang. Gedung tempat CEO yang juga pacarnya bekerja. Namun di kantor ini… Tidak ada satu pun yang tahu tentang hubungan mereka. Kesya tersenyum kecil pada dirinya sendiri. “Back to reality.” Ia membuka pintu mobil lalu keluar. Hari ini ia mengenakan blouse cream sederhana, rok span hitam, dan heels nude. Rambut panjangnya diikat setengah sehingga wajahnya terlihat rapi dan segar. Ia berjalan menuju pintu lobby. Satpam yang berjaga langsung mengenalinya.“Pagi Mbak Kesya!” Kesya langsung tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN