Olivia POV
"Kakek, aku pergi dulu!!" Teriak ku dari luar rumah.
"Oliv, Tunggu dulu" Ku lihat kakek berjalan ke arahku dengan raut wajah khawatir.
"Ada apa lagi kek, aku bisa telat nanti?" Pasti itu lagi, batinku.
"Kau lupa kalung mu, ini dapat menjauhkan mu dari alpha-alpha yang berniat menyakitimu" kata kakek sambil mengalungkan kalung pusaka itu padaku.
"Kakek, aku sudah dewasa, lagian aku sudah meminum inhibitor ku sebelum pergi, kalau-kalau heat ku datang tak terduga. Jadi kakek jangan terlalu khawatir ya" aku tau kata-kata ini tidak mempan tapi ya sudahlah.
"Baiklah, tapi jangan lepas kalung ini, kau mengerti? Sekarang pergilah.. kau akan terlambat nanti!"
Ha.. Aku hanya bisa mendesah. Aku tidak bisa berdebat dengan kakek. Aku tau kekhawatiran kakek.
"Baiklah, aku pergi dulu kek" kataku sambil melangkah memasuki garasi rumahku. Aku memasuki mobil imut ku dan berangkat ke kantor.
Oh iya, perkenalkan namaku Olivia Benzelle dan seperti yang kalian tau, aku seorang omega. Aku terlahir dari keluarga yang kebanyakan adalah alpha.
Sedikit ku jelaskan. Di dunia ini selain pria dan wanita, ada tiga jenis gender lainnya, yaitu Alpha, Omega dan Beta. Alpha adalah pemimpin dari semuanya. Diantara para alpha, ada alpha dominan. Ibaratnya dia adalah alpha diantara alpha. Masa kawin alpha disebut Rut. Alpha yang Rut akan mencari omega untuk bereproduksi atau untuk ditandai sebagai miliknya. Alpha memiliki feromon yang dapat menekan lawannya atau membuat omeganya mengemis untuk disetubuhi. Omega biasanya memakan inhibitor untuk menekan efek dari feromon alpha. Tapi pada kasus alpha dominan, omega tidak akan dapat mengendalikan heatnya dengan inhibitor. Alpha juga bisa menggunakan inhibitor untuk menekan rutnya apabila ia tidak ingin mencari omega.
Berbeda dari alpha, omega adalah makhluk yang paling banyak mendapat perlakuan tidak baik. Omega akan mudah tertekan oleh feromon alpha dan akan mudah disetubuhi. Banyak keluarga yang mempunyau anak omega cenderung menjual anaknya pada alpha atau menjadikan mereka pekerjaan seks komersial karena tidak mampu membeli inhibitor. Omega sangat lemah dengan feromon alpha, mereka bisa mengemis untuk disetubuhi jika tidak mengkonsumsi inhibitor. Omega selalu dipandang sebagai alat reproduksi bagi para alpha. Terutama pada saat heatnya, omega akan sangat mudah disetubuhi. Rut atau heat pada alpha atau omega biasanya berlangsung selama tiga hari. Selama mereka menyalurkan nya itu bisa berjalan satu sampai dua hari. Tapi jika mereka menekannya. Itu akan berlangsung sedikit lebih lama, bisa empat atau lima hari.
Sedangkan Beta adalah manusia normal. Mereka tidak dapat merasakan feromon alpha ataupun omega sehingga jenis ini tidak mudah untuk dipengaruhi baik oleh alpha ataupun omega.
Dan inilah aku, seorang omega dari Keluarga yang sedikit di atas rata-rata sehingga aku bisa membeli inhibitor. Aku merasakan heat pertamaku pada usia 19 tahun, lebih tepatnya 3 tahun lalu. Aku tidak merasakan apa-apa yang berbahaya karna kakekku langsung memberiku inhibitor. Sejak saat itu aku selalu rutin meminum inhibitor sebelum masa heat ku. Dan aku juga belum ditandai.
Satu hal yang aku tau tentang 'mate' atau belahan jiwa bagi alpha dan omega, bahwa 'mate' bisa merasakan kehadiran satu sama lain. Tapi sejauh yang aku rasakan, aku belum merasakannya atau mungkin karna inhibitor aku belum bisa merasakan nya.
Sekarang banyak yang menandai pasangan yang bukan 'mate' nya sehingga membuat anak yang dihasilkan tidak memiliki kekuatan yang seharusnya.
Penandaan hanya bisa dilakukan oleh alpha saat bersetubuh. Tanda berupa gigitan di beberapa bagian tubuh. Umumnya pada leher. Tanda akan memberikan sinyal pada alpha lain untuk tidak menyentuh kepemilikannya. Pasangan alpha dan omega yang sudah ditandai dapat merasakan apa yang satu sama lain alami.
Aku memasuki parkiran kantor. Perusahaan tempat aku bekerja adalah sebuah perusahaan internasional. Dengan ribuan cabang di seluruh dunia dan jutaan karyawan. Perusahaan ini selalu mendapatkan penghargaan karna memberikan devisa yang banyak bagi negara dan sumber lapangan kerja.
Aku selalu merasa beruntung dapat bekerja disini. Aku memasuki lobi perusahaan. Terlihat kesibukan seperti biasa, tapi hari ini sedikit tidak biasa karna kami akan memiliki pemimpin baru. Pemimpin baru ini adalah anak dari pemilik perusahaan.
Aku juga bergegas ke tempatku. Hari ini aku akan menggantikan manajer Anna yang sedang cuti karna sakit. Maklumlah, dia sedang hamil muda. Aku yang akan menggantikan nya dalam rapat direksi kali ini. Aku akan mempresentasikan sejumlah proyek kecil maupun besar yang kami jalani sepanjang tahun dan rencana di masa mendatang. Semuanya sudah ku siapkan bersama manajer Anna dari lama. Hanya tinggal mempresentasikan saja.
"Kau tau, anak pemimpin perusahaan adalah seorang alpha dominan!" Itu suara Jessy, karyawan paling centil menurut ku.
"Benarkah? Aku penasaran sekali, katanya alpha dominan sangat jatjarada di dunia ini!" Kata karyawan lain.
"Andai aku bisa mendapat perhatian nya, pasti akan sangat hebat" kata yang lain menimpali dengan antusias.
"Kau bercanda? Lihatlah dirimu sendiri. Alpha seperti itu hanya cocok untuk ku" Timpal Jessy lagi.
Hah... Untuk apa memperebutkan alpha, batinku. Toh setiap orang memiliki mate nya masing-masing.
Aku terus berjalan ke arah pantry tanpa mengikuti obrolan yang sia-sia itu. Lebih baik aku membuat secangkir kopi sebagai penyemangat ku.
Perusahaan ini memang memberikan kenyamanan yang luar biasa bagi karyawannya. Bukan hanya pantry, ada juga swimming pool, sauna, rooftop dan ruang kesehatan. Bahkan ada asrama yang sangat nyaman bagi karyawan yang ingin lembur di kantor.
Tapi yang paling aku sukai adalah rooftop. Seperti yang aku lakukan sekarang. Setelah membuat secangkir kopi aku naik lift ke lantai teratas. Maklumlah, aku masih memiliki banyak waktu sebelum acara pemindahan jabatan dimulai.
Rooftop ini sangat indah dan nyaman. Banyak bantal-bantal tempat duduk, rumput sintetis, meja-meja dan kursi. Juga banyak tenda kemah, alamat musik dan area barbeque. Ini tidak seperti rooftop umumnya, tapi lebih seperti taman atau cafe. Karna itu aku banyak menghabiskan waktu istirahat ku disini.
Aku terus menyusuri tempat ini untuk menuju tempat favorit ku, meja di ujung dekat dengan pembatas gedung. Dari jauh aku lihat ada seseorang di sana. Seorang pria yang berdiri membelakangi ku. Ia menggunakan setelan jas hitam, tubuhnya tinggi dan berotot, bahunya lebar dengan potongan rambut rapi, hitam dan tebal. Ia berdiri dibelakang pembatas dan menghadap lurus ke awang-awang. Samar-samar darinya aku merasakan sesuatu. Sesuatu yang aneh. Seperti benang pengikat yang menarik ku ke arahnya, tapi aku merasakan perasaan ini sangat kuat. Seakan benang ini terikat dipergelangan tangan ku dan tidak bisa di lepas. Aku juga mencium sesuatu yang lain darinya. Aroma yang hangat dan memanjakan. Bukan feromon yang memabukkan, ini lebih seperti aroma yang melindungi dan membuat rasa nyaman.
Tanpa sadar aku terus berjalan ke arahnya. Sampai hanya tersisa beberapa langkah. Aku melihat sosok di depanku berbalik menghadap ke arahku.
Aku mendongak untuk melihat wajahnya karna aku hanya sepantaran bahunya. Dia sangat tampan. Hidung mancung, bulu mata lentik, warna matanya coklat emas, alis tebal, rahang yang tegas dan keras disertai bulu-bulu tipis. Warna kulitnya Putih kecoklatan seperti orang Itali atau latin.
Tanpa aku sadari, orang itu sudah berlutut di depanku dan menggenggam tangan ku.
"I find u, my mate" katanya sambil mencium tanganku.
"A-Apa!!!!"