Balas Dendam

1426 Kata
Esoknya di sekolah. Tap, tap, tap, tap. suara langkah kaki Jesica penuh emosi mencari sesosok cowok trouble maker. Selayaknya kereta api yang nggak ada rem berlaju semakin cepat sambil menyebarkan pandangannya keseluruh sudut-sudut sekolah.Napas kembang kempis menahan amarah kepingin hajar tuh cowok. Belum juga dirinya nemuin keberadaan cowok pembuat onar, ditengah jalan hape miliknya bunyi, segera ia rogoh saku depan lalu membuka pesan masuknya. Sontak matanya terbelalak lebar-lebar, kaget setengah mati. Pesan gambar yang ia terima itu adalah foto dimana dirinya sedang dicium oleh Jonathan semalem. What?!!! Matanya melototi foto tersebut, rasanya ingin banting hape tapi nggak mungkin, panjang urusannya kalau ia harus ngorbanin hape-nya. Kalau foto ini bisa dikirim ke hape-nya pasti semua murid bisa nerima foto ini. Bener-bener parah. Lo bener-bener keterlaluan. Gue bakalan buat perhitungan sama lo. Batinnya. Di taman belakang, akhirnya ia melihat target yang sedang asyik bergurau bersama geng-nya. Langkah kaki yang membara menghampiri grombolan itu. "Eh, tuh cewek lo datang, si Miss Trouble Maker.” Tuding Diko. Jonathan bangkit dari duduknya, ia pandang Miss trouble maker itu yang berjalan kearahnya penuh api yang membara. Langkah kaki Jesica berhenti saat dirinya sudah berdiri tepat dihadapan cowok trouble maker itu dengan jarak kurang dari satu meter. Ketika Jonathan menunjukkan senyum manisnya ‘PLAAKK!!’ ayunan tangan mengarah pada pipi kanannya. Semua yang berada didekat situ dibuat tercengang. Sementara Jonathan diam sembari menyentuh rahangnya. Mungkin tamparan itu cukup terasa sakit. Nggak ada satupun manusia yang mengeluarkan suara apalagi berkomentar. Mereka cukup shock melihat kejadian ini. Soalnya selama Jonathan menyandang status Master Trouble Maker nggak ada yang berani lawan dia, apalagi didepan umum seperti ini. Saat Jesica berniat melayangkan tamparan kearah pipi kiri Jonathan, dengan sergap tangan cowok itu menahannya dan berkata “Gue nggak bakal ngebiarin lo nampar gue yang kedua kalinya.” “BALASAN INI BELUM SEBERAPA DIBANDINGIN LO UDAH BUAT GUE BAHAN TARUHAN DAN NYEBARIN FOTO MURAHAN LO. DASAR NGGAK TAU MALU!!” Bentak-bentaknya dengan nada tinggi dan lantang hingga dari lorong kedengeran. Jesica berusaha menarik tangannya yang dicengkeram oleh Jonathan tapi tidak berdaya “Apa perlu gue ulang kejadian semalam ha?! Biar taruhan gue bisa lebih besar lagi” tekan Jon.Seketika Jesica tercengang mendengar ucapan Jonathan barusan. Sebelum Jon melanjutkan ucapannya, ia melihat pak Leo dari kejauhan. Dia pun tidak mau mengambil resiko lalu melepas cengkeramannya. ****** Gado-gado sekolah ini nggak kalah enaknya sama disekolah yang lama. Hemm, yummi. Lahap Jesica sangat menikmati makanannya ditemani es teh manis yang meluber ke meja. Tak lama bunyi handphone terdengar dari saku. Segera ia ambil dan tengok siapa yang menelpon. Tari. Ditengah asyik mengobrol lewat handphone, tiba-tiba Jesica ditumpahi segelas minuman dingin oleh Jonathan. "What are you doing!!??" Jesica bangkit dari duduknya dengan seragam yang basah. "Jes?? Lo kenapa?!!!" Seru Tari dari telepon. "Ops, sorry. Sengaja. Kenapa? lo mau lagi?" ucap Jonathan tanpa rasa bersalah. "Heh, gue nggak ada masalah ya sama lo?! Kenapa lo sengaja numpahin minuman lo kearah gue!!" protes Jesica dengan nada tinggi. Sampai-sampai Tari mendengar dibalik telepon. "Jes, berantem sama siapa?" gumam Tari lalu mendengar kembali percikcokan itu dibalik telepon. "Gue udah bilang. Lo sudah punya masalah sama gue sejak lo masuk sekolah ini!" tekan Jonathan dengan tatapan begitu tajam. "Terus mau lo apa?!" tantang Jesica. Jonathan menerawang sembari ngelus-ngelus dagu dan berkata "gue nggak perlu ngeluarin elo di sekolah ini." ujarnya sok berkuasa lalu mendekat berbisik ke telinga Jesica "tapi gue bakal bikin lo sengsara di sekolah ini." tersenyum kecut lalu pergi dengan tatapan s***s. Mendengar bisikan tadi bikin Jesica pengen banget remas-remas tuh orang. "Emangnya dia siapa?! mau bikin gue sengsara segala!?" ocehnya sendiri. "gue bakal kasih dia pelajaran juga, biar tau rasa! nggak ada kapoknya apa anak itu." "Jessiiccaa!!" Tari teriak dibalik telepon, baru Jesica tersadar kalau tadi teleponan sama Tari. Ia tengok hape, ternyata masih tersambung. "Halo, Tar??" "Elo itu sebenarnya lagi ngapain sih? lo berantem lagi?! Ya ampun , Jes. Plis deh, jangan bikin onar lagi kenapa sih?! Gue kawatir banget disini." oceh Tari yang nggak tau akar permasalahannya. "Tari, dengerin gue dulu. Gue nggak bikin onar. Lo kan tau gue lagi teleponan sama lo. Nah, tiba-tiba dia datang terus pura-pura numpahin minuman ke seragam guuueee. Dia sengaja!" kesal Jesica. "What?! Siapa?" "Siapa lagi kalau bukan cowok yang aku ceritain ituuuu. Master Trouble Maker." lekuk bibirnya begitu jelas. "Wah, gila tuh orang. Sekali-kali dia harus lo kasih pelajaran." kompor Tari yang ikut emosi. "Lo tau, dia bilang kalau dia nggak mau bikin gue keluar dari sekolah, tapi dia mau bikin gue sengsara disini." jelas Jesica "Appa?! Emang siapa tuh anak, blagu banget." "Kalau lo tau, pasti lo bakal nonjok tuh anak." "Pasti, Jes. Pasti bakal gue buang ke laut juga." cerca Tari pengen kasih pelajaran juga sama yang namanya Master Trouble Maker itu. ****** Terik matahari yang panas selalu menemani Jesica sepulang sekolah.“Lagi nunggu jemputan ya Miss Trouble Maker… ” Jontiba-tiba muncul dan duduk disampingnya.Ia hanya melirik kearah cowok itu tanpa ngeluarin suara. “Gue punya sedikit kejutan buat lo." tambah Jonathan sok akrab. Ia yang lagi males ngladeni cowok pembuat onar ini memilih untuk beranjak pergi. Namun masih belum sampai berdiri lengannya ditahan oleh cowok itu. Ia melihat lengannya kemudian menatap Jonathan. Apa-apaan ini. "Lepasin gue." kecamnya dengan nada yang masih rendah. Jonathan hanya tersenyum dan tetap menahan lengan cewek ini. "Guys, its show time!” Jonathan memberi isyarat, Ia semakin bingungsaat teman-teman Jon berjumlah enam orang, empat cowok dan dua cewek keluar dari balik pohon. Tanpa diperintah, dua cowokmeraih lengannya mengganti Jonathan yang menahan lengannya tadi. “Apa-apaan nih?!! Lepasin tangan gue!!” berontaknya. “Ck, ck, ck, lo galak banget. Lo inget, hari pertama saat lo datang, lo udah berbuat kesalahan terbesar lo karena lo udah berani ngguyur gue sama tepung.” kecam Jonathan. “Apa mau lo?!” tantang Jesica. “Lo kira dengan kekuasaan yang lo miliki, lo bisa nindas orang seenaknya aja, hah!?” tambahnya. "Parah lo ya." Jonathan tertawa "Hahahaha, Kita ini satu profesi. Kita sama-sama trouble maker." "Gue masih pake hati. Nggak kayak lo." “Selama ini gue masih menahan emosi gue karena lo masih anak baru disini. Tapi sekarang, lo nggak akan bisa lari dari gue!" Jonathan menatap tajam dirinya. "Guys, ambil air kalian!” Setelah semua megang masing-masing dua botol, Jonathan tersenyum tipis dan semua tahu maksud dari senyuman itu. "Mau kalian apaan?! Beraninya main keroyok." brontaknya melihat orang-orang sekelilingnya membuka botol tersebut. Tanpa ada perintah semua mengguyur dirinyabegitu saja.Gelagapan kaget disiram kayak gini. Dari belakang tiba-tiba ada yang mengguyurnya dengan setimba air penuh. Byyuurrr!!! “Ini belum berakhir Miss Trouble Maker." senyum kecut Jonathan menatap muka cewek didepannya basah kuyup. "Lo udah berkali-kali mempermalukan gue didepan umum. Ini masih belum apa-apa. Gue juga bisa mempermalukan lo didepan umum. Tapi gue masih berbaik hati, gue cuma kasih pelajaran buat lo aja dan ingetin lo siapa yang lo hadapi sekarang. Jadi lo bisa berpikir dulu sebelum lo berurusan sama gue." Jelas nya "Guys, Plan B!” tambahnya menoleh ke temannya yang masih mencengkram lengan Jesica. Mereka pun menarik paksa Jesica untuk di gelandang ke suatu tempat yang sepi, pengap sekaligus gelap ‘GUDANG’. “Hah!!??” Jantungnya terhenti sejenak kemudian berdebar begitu kencang,ia terlihat mulai ketakutan. Jonathan membuka pintu dengan senyum licik, lalu teman-temannya memaksa Jesica untuk masuk kedalam gudang yang gelap itu. Muka cewek pembuat onar ini langsung berubah menjadi biru pucat. "Gue harap lo betah tinggal ditempat baru lo." Ujar Jonathan mempersilahkan masuk. Teman-temannya menyeret tubuh Jesica masuk, namun dirinya berusaha memberontak sekuat tenaga. Hal yang paling ia takuti adalah kegelapan. Apa yang akan terjadi jika ia berada dalam kegelapan seperti ini. Sendirian, terkunci. “Jangan masukin gue di gudang ini…Gue mohon jangan masukin gue, disini gelap, gue takut banget sama gelap.” teriaknya sangat ketakutan, ia segera bangkit berlari kearah pintu. Tapi tubuhnya ditahan lalu dilempar lagi ke dalam Gudang. Bruuk. Master Trouble Maker itu mendorong tubuhnya hingga terjatuh kelantai lalu menutup dan mengunci pintunya. Deg. Segera ia bangkit menuju pintu lalu menggedor-gedor dan memohon untuk ngeluarin dirinya. "Tolong, bukain pintunya. Gue mohoonnn." suaranya terdengar gemetar ketakutan. “Guys, kita cabut!” seru Jon “Pliss, jangan pergi!! Gue bener-bener takut gelap!!tolong bukain pintunya…tolong…gue mohon…” teriaknya. Mereka malah tertawa terbahak-bahak mendengar Jes memohon seperti itu. “Heh!! Nggak bakalan yang ada denger suara lo!! Percuma lo teriak kayak apa juga nggak bakal ada yang dengerin lo, ngerti!! Bye!" kecam Jonathan dibalik pintu "kita cepet cabut dari sini!!” perintahnya kemudian melempar kunci tersebut jauh-jauh. Ia berjalan dibarisan belakang saat meninggalkan gudang, sekilas berpikir kalau dirinya keterlaluan, tapi ia mengacuhkannya. Ini pelajaran buat lo. Biar tahu siapa yang lo hadapi. batinnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN