melepas

395 Kata
Tak terasa waktu sudah hampir tengah malam. Alex dan Rega meutuskan untuk istirahat ke kamar meninggalkan Jonathan bersama Jesica di halaman belakang rumah. mungkin karena mereka berdua masih saling rindu, jadi mereka masih ingin bersama untuk beberapa waktu lagi. Angin malam yang berhembus cukup kencang membuat Jonathan berinisiatif untuk mendekap hangat Jesica sambil berkata. "Aku sangat merindukan mu." "Aku juga sangat merindukan mu, Jon." balas Jesica yang nyaman berada didal;am dekapan hangat Jonathan. "Kamu tahu, disana aku selalu mencemaskan mu." Jonatahan mulai membuka percakapan yang lebih intens. Kepala Jesica menengok setengah kebelakang supaya bisa menatap wajah tampan Jonathan. "Why?" "Awal mula pertemuan kita selalu ada peperangan. Dan sekarang terulang lagi dengan kehadiran Alex. Jujur, itu membuat ku cemburu dan takut." terang Jonathan tidak berbohong. Jesica tersenyum, meski ada sedikit tragedi ketidak sengajaan antara dirinya dan Alex tapi Jesica percaya bahwa dirinya masih sangat mencintai Jonathan. "Keadaan sudah berubah, Jon." Jesica mencari jeda. "dulu kita masih anak-anak dengan keegoisan dan harga diri kita yang tinggi. Tapi sekarang kita sudah dewasa, kamu tidak perlu meragukan apapun dengan hubungan kita. Oke" jelas Jesica meyakinkan Jonathan yang kemudian mengecup kening Jesica penuh sayang. "Rasanya aku tidak ingin kembali ke Australia." celetuk Jonathan merasa berat meninggalkan Jesica. "Kamu harus kembali kesana demi masa depan kita. Oke" bujuk Jesica bijak. "Apapun yang terjadi disini, aku janji akan selalu menjaga cinta kita." imbuhnya membuat Jonathan kian memeluk hangat Jesica seolah tidak ingin sesuatu apapun memisahkan mereka. "Kamu bisa membuat aku kehabisan napas, Jon." seru Jesica dalam dekapan tersebut yang membuat Jonathan terseringai bahagia mendapatkan cinta Jesica. "Terima kasih sudah membuatku lebih tenang sekarang." kecup Jonathan lagi. Kemudian ganti Jesica yang mengintrogasi Jonathan. "Lalu bagaimana disana? pasti banyak bule-bule cantik." "Tentu." jawab Jonathan enteng. Seketika mimik wajah Jesica terlipat-lipat tidak terima dengan kejujuran Jonathan. "Jon, kamu ini!" protesnya membuat Jonathan tersenyum lebar. "Why? aku bicara jujur kenapa kamu marah??" goda Jonathan. "Itu tidak lucu sama sekali." sahut kesal Jesica yang merasa cemburu tetapi malah membuat Jonathan tersenyum geli disana. "Lalu aku harus menjawab apa?" hibur Jonathan. "Emmh,,katakan saja bahwa kamu akan menutup mata rapat-rapat jika ada cewek yang mencoba mendekati mu." sahut Jesica posesif. "Begitukah?" "Iya." "Pasti mereka akan menganggapku cowok tampan yang buta. Lalu merteka akan mengasihani ku kemudian kami akan berkencan berdua." goda Jonathan lagi membuat dirinya mendapat cubitan kuat dari Jesica. Jonathan mengernyit kesakitan karena ulahnya sendiri telah menggoda Jesica.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN