“Anter gue ke rumah Sari ya, sayang.” Ujar Jessica dalam perjalanan “gue mau minta maaf sama dia, gue ada salah.” Tambahnya memelas.
“Nggak perlu gitu juga kali mukanya memelas gitu.” Jawab Rega lembut sembari mengelus pipi Jessica.
“Thanks” Jessica juga mengelus tangan Rega yang berada pada pipinya.
Sesampainya di rumah Sari, dia mengetuk pintunya selang beberapa menit pintupun dibuka oleh Sari sendiri. “Hai” sapa Jessica
Sari pun mempersilahkan masuk merea berdua, awalnya kondisi begitu hening dan Jessica harus mulai membuka obrolan “Gue minta maaf. Gue salah, seharusnya gue nggak nyalahin lo untuk hubungan sama siapa aja. Please forgive me.” Pinta Jessica meraih tangan Sari
“Gue juga minta maaf, gue udah backstreet sama Rendy. Abis gue nggak enak sama lo.” Ujar Sari
“Lo nggak perlu minta maaf, gue yang salah.” Sahut Jessica bersalah. Mereka pun akhirnya bisa berdamai dan Jessica bisa nerima pacar Sari.
Lalu dia mengenalkan Rega dengan Sari “Akhirnya lo punya cowok juga disini” bisik Sari menggoda.
Jessica pun berbisik. “Hanya pacar pura-pura. Hati gue tetap buat Jonathan.”
Set. Kepala Sari langsung menoleh cepat dengan terkejut. “Gila lo?! Apa lo nggak mik-“
“Sssttt…” Jessica memotong perkataan Sari. “Raga sudah tahu semuanya. Aku memang meminta bantuannya. Dan dia setuju membantu ku.” Jelas Jessica pelan.
****
Keesokan harinya, dimeja makan ketika sarapan raut muka Jessica begitu cerah menikmati setiap lahap makanannya. “Jessica, entar kita pulang telat ya, gue ada tugas habis kuliah.” Ujar Alex
“It’s ok. Kamu tidak perlu repot-repot. Becouse what? karena sekarang Jessica ada pangeran sendiri yang bersedia antar jemput Jessica seumur hidupnya, you are understand.” Sahut Jessica begitu belagunya, sesaat kemudian terdengar klakson mobil menjemputnya. “So, bye-bye. Ok, mom. I have to go. Love you.” Tambah Jessica begitu saja setelah mengecup kening mamanya.
Jessica pun ngenalin pacarnya ke semua teman-temannya, dan Rega bisa begitu mudah beradaptasi dengan mereka. Mereka berdua terlihat begitu mesra dan romatis, pasangan yang serasi.
Hati Jessica begitu bahagia, hidupnya seakan penuh warna. Tanpa ada gangguan Alex, sepertinya setelah semua orang tahu siapa pacarnya, Alex jadi jarang sekali mengganggu hidupnya. Syukur deh kalau gitu, batinnya masuk kedalam rumah.
“Jessica.” Panggil mamanya
“Mama? Tumben di rumah jam segini?” tanya Jessica karena tidak biasanya pulang dari kampus mamanya ada di rumah.
“Iya, mama cuman pengen istirahat. Oh ya, kamu dicari sama kakek, kakek kangen sama kamu. Jenguk kakek kamu ya...” ujar mamanya
“Kakek, ma. Iya ya, Jessica udah lama nggak ke rumah kakek.” Serunya “ya udah gini aja, besok lusa Jessica ijin aja buat ke rumah kakek.” Tambahnya beranjak ke kamar.
“Iya, kamu ditemenin Alex ya.” Sahut mamanya menghentikan langkah Jessica
“What? Alex? Why? Jessica bisa berangkat sendiri?” seru Jessica tidak terima.
“Mama nggak mau kamu kesana sendirian.” Tandas mamanya.
“Jessica bisa berangkat sama Rega. Bedanya apa? Toh, masih bagusan Rega daripada Alex.” Gerutu Jessica melipat tangannya dengan manyun.
“Masalahnya mama sudah terlanjur bilang sama Alex, dan dia udah mengiyakannya, kan nggak enak kalau mama bilang nggak jadi. Kamu ini.” Tutur mamanya terpaksa Jessica harus melakukannya, dia harus pergi bersama Alex.
“Tapi pokoknya Rega juga ikut dengan Jessica.” Seru Jessica berlalu.
************
Mereka pun berpamitan untuk mengantar Jessica ke rumah kakeknya. “Ok, mom. Jessica pergi dulu.” Jessica mencium pipi mamanya.
“Tante, Rega berangkat dulu ya.” Pamit Rega
“Jaga Jessica dengan baik ya, sayang.” Ujar mamanya kemudian Rega menyusul Jessica kedalam mobil.
“Tante, kenapa tante nggak bilang sih Rega ikut? Tau gitu Alex nggak ikut.” Gumam Alex.
“Ya udah nggak apa-apa.” Sahut mama Jessica
“Tapi tante, tau gitu Alex bawa pacar Alex aja. Malu jadi obat nyamuk.” Alex males banget harus ada diantara mereka, karena yang ada mereka akan pamer kemesraan didepannya, males banget. Batinnya.
Memang benar apa yang dipikirkan Alex yang duduk dibelakang, mereka bermesraan didepannya. Yang minum disuapinlah, makan disuapinlah, ngemil juga disuapinlah, dikit-dikit si Jessica ngusap keringatnyalah. Dasar kecentilan. Mobil Ac gini mau keringetan dari mana coba?! Yang belakang aja nyantai, yang depan berlagak nggak karuan. Batinnya begitu menjengkelkan.
Alex pun memutar otak agar mereka terganggu, dia lihat ada pengamen punk diujung jalan, dengan semangatnya dia kedepan dan menunjuk-nunjuk pengamen tersebut “Gila tuh rambut?!! Bisa berdiri!! Tuh, tuh, tuh lihat tindikannya dimana-mana. Wah, gila. Apa nggak sakit ya!!” serunya menggangu mereka berdua
“Lo itu apa-apaan sih?! Turunin nggak tangan lo!!” kesal Jessica berusaha menurunkan tangan Alex yang sangat mengganggu
“Tuh, tuh, tuh. Liat tuh rambutnya berdiri terus. Nggak capek apa ya rambutnya” seru Alex lagi berlagak bodoh
“Alex??!! What are you doing??!! Go back!!” kesal Jessica menekan nada suaranya.
Alex pun kembali ketempatnya dengan menahan gelinya, setelah cukup tenang Alex pun memutar otak lagi agar mereka tidak bisa bermesraan didepannya.
“Honey, kamu capek nggak?” perhatian Jessica sembari merapikan rambut samping Rega.
“Oh ya Rega!! Gimana luka lo!!?” teriak Alex cukup mengagetkan Jessica dan Rega didepan.
“Hallo?!! Iya sayang. Sorry ya, nggak bisa nemenin lo shopping.” Ucap Alex dengan suara tinggi memamerkan perhatiannya di telepon, Jessica pun mengarah padanya karena terganggu dengan suara Alex yang berlebihan seperti itu.
“Salah minum obat kali nih anak??” bingung Damar yang ternyata ditelpon Alex. “Lex, lo baik-baik aja kan?” tanya Damar dari dalam telpon.
“Aduh, sayang...selama bisa menghubungi kamu, aku akan baik-baik saja. Rasanya kangen banget sehari nggak lihat wajah kamu.” Sahut Alex berpura-pura dengan nada yang lantang.
“Lex, lo udah nggak waras? Gue normal ya. Lo kira gue cowok apaan??” kesal Damar mematikan teleponnya.
“Ok, sayang...miss you so much. Emmuuaacchh.” Laga Alex memberi ciuman terdalam untuk pacar karangannya.
“Norak banget sih.” Gumam Jessica
“Suka-suka gue. Pacar-pacar gue!” sahut Alex sinis.
Setelah cukup lama perjalan, maka sampailah juga di rumah kakek Jessica. Ketika mobil masih akan terpakir, kakek Jessica sudah menyambut mereka semua di depan pintu dengan raut muka gembira.
“Kakek” seru Jessica baru turun dari mobil kemudian memeluk kakeknya cukup lama “Jessica kangen banget. I miss you grandpa...” tambahnya dalam pelukan kakeknya.
“Sepertinya baru kemarin kamu pakai seragam SMA, coba sekarang lihat. Kamu seperti ibu kamu.” Ujar kakeknya bercanda
“Ah, kakek...” sahut Jessica memanja. “Kakek, kenalin. Ini pacar Jessica, Rega.” Tambahnya, lalu Rega pun berjabat tangan dengan kakek Jessica.
“Lalu siapa yang satunya?” tanya kakek Jessica menunjuk Alex.
“Dia?” Jessica memastikan karena dia malas memperkenalkan Alex dengan kakeknya “Dia...dia...” Jessica bingung harus dikenalin apanya.
“Pacar ke dua Jessica, Kek.” Sambar Alex menjabat tangan kakeknya pasti membuat Rega dan Jessica terkejut.
“Don’t belived him! He’s a liar!” seru Jessica memukul lengan Alex. “I will kill you!” tandas Jessica berbisik pada Alex yang tidak takut dengan ancaman Jessica “Dia anaknya temen mama, kek. Nggak tau, kenapa dia ikut-ikutan kesini.” Kesal Jessica yang kemudian mengajak Rega masuk kedalam rumah.
“Dia kan teman sekampus kamu juga.” Ucap kakeknya mengejutkannya hingga menghentikan langkah kakinya yang akan masuk kedalam rumah.
“How do you know, Grandpa?” Jessica bertanya-tanya.
“Siapa lagi, mama kamu yang cerita.” Sahut Kakeknya “Yuk, kita masuk Alex.” Ajak kakeknya. “Kamu mengingatkan kakek pada seseorang.” Imbu beliau teringat Jonathan dulu. Dan dengan patuh Alex mengikuti dari belakang sembari menjulurkan lidahnya ke Jessica.
Merekapun menyantap makanan yang telah tersedian di meja makan, terkadang sesekali Jessica menyuapi Rega dengan penuh perhatiannya membuat Alex ingin sekali muntah didepan mereka. “Sudah berapa lama kalian pacaran?” tanya kakeknya ramah
“Mmmhh...baru beberapa minggu yang lalu.” Jawab Jessica dengan PD-nya sembari merangkul Rega.
“Baru jadian aja kegenitan.” Gumam Alex menyindir membuat Jessica melotot padanya.
“Terserah gue dong. Lo sirik ya, gue udah punya cowok?” sahut Jessica
“Idih, siapa juga yang sirik sama lo?! Kalau gue mau, ribuan cewek yang lebih cantik dari pada lo itu gampang gue dapetin.” Nyolot Alex sembari menguyah makanannya sehingga sedikit muncrat kemana-mana makanannya “sorry ya, Ga. Gue nggak maksud menghina lo. Cuma aja lo harus sadari itu dari awal sebelum kamu nyesel kemudian hari.” Cerocos Alex hanya membuat Rega tersenyum.
“Kalau lagi makan jangan ngomong, muncrat kemana-mana tau makanan dalam mulut lo! Disgusting” sambar Jessica membuat Alex mengatupkan rahangnya.
“Kalian ini lucu sekali. Udah kita makan aja. Berantemnya habis makan aja, nanti kakek yang juriin.” Canda kakeknya geli.
“Apaan sih kakek ini.” Kesal Jessica “maaf ya Rega.” Tambah Jessica.
Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi dan mengalihkan semua perhatian. “Biar Jess aja yang buka.” Seru Jessica berniat berdiri tetapi kakek mencegahnya.
“Tidak…tidak…biar kakek saja. Kamu tetap disini menemani para cowok-cowok ini.” Ucap beliau.
“Memang dimana bibi dan mang Jaja?” Tanya Jessica.
“Mang Jaja masih mengantar bibi, tadi kakek menyuruh mereka beli sesuatu.” Kakek kemudian bangkit dan menuju pintu.
Sesampai didepan pintu, kakek segera membuka pintu dan orang dibalik pintu cukup mengejutkan kakek.
“Jon???” panggil kakek tersenyum lebar menyambut Jonathan yang berdiri kokoh didepan pintu lalu memeluk kakek sekilas. “Apa kabar mu, nak?” Tanya kakek ramah.
“Baik, kek. Bagaimana kabar kakek?” Tanya balik Jonathan.
“Kakek sangat baik. Kapan kamu pulang dari Australi? Sini-sini ayo masuk.” Ajak kakek masuk kedalam rumah.
“Baru tadi pagi, kek. Rencananya saya besok pagi akan menemui Jess-.”
“Jessica baru datang. Dia ada disini sekarang.” Ucap kakek membuat Jonathan terkejut bahagia setengah mati.
“Benarkah, kek? Dimana Jessica sekarang, kek? Saya sangat merindukannya.” Ungkap Jonathan menggebu-gebu tak sabar bertemu dengan Jessica. “Boleh saya menemui Jessica, kek?”
Kakek mangguk-mangguk sangking terbengongnya melihat Jonathan yang sangat bahagia, sementara Jesica datang kesini bersama teman cowok-cowoknya, yang malah satunya mengaku sebagai pacar Jessica. Belum sampai hati kakek member tahu, Jonathan lebih dulu masuk kedalam rumah mencari Jessica.
Dan tempat pertama yang Jonathan tuju adalah ruang makan. “Jess-“ Jonathan seketika terhenti dan senyum bahagia yang tadinya Nampak di wajah tampan Jonathan kini pelan-pelan menghilang ketika melihat Jessica bersama dua cowok dan parahnya lagi Jonathan melihat Jessica sedang menyuapi Rega.
“Jon???” kejut Jessica terbelalak tak percaya Jonathan ada didepan mata. “Jon???” mata Jessica tidak bisa berpaling dari pria yang berdiri disana. Sementara Rega dan Alex saling memandang sebelum akhirnya memperhatikan Jessica dan pria yang berdiri tak jauh dari mereka.
Rasanya hati Jessica meledak seperti kembang api ketika melihat Jonathan berada dihadapannya saat ini. Ia bangkit dari kursinya lalu berlari kemudian memberi pelukan yang luar biasa. Merobohkan rasa rindu yang selama ini ia pendam dalam-dalam.
“Aku sangat merindukan mu. Aku benar-benar merindukan mu.” Unggkap Jessica melapiaskan kerinduannya dalam pelukan Jonathan.
Jonathan pun membalas pelukan Jessica, tetapi matanya tidak bisa berpaling dari kedua cowok yang duduk di meja makan.
Alex yang tak tahu apa-apa, dia bertanya kepada Rega. “Siapa dia?”
Tentu Rega paham siapa cowok itu, pasti dia pacar sesungguhnya Jessica.
“Kenapa lo diem aja? Lo enggak marah cewek lo pelukan kayak gitu?” Tanya Alex lagi.
“Diamlah, dia itu cowok Jessica. Dia pacar yang sesungguhnya.” Jawab Rega jujur.
Alex terkejut setengah mati melihat Rega berganti melihat Jonathan disana. “Tap-tapi, bukannya elo???”
“Gue nggak ada apa-apa sama Jessica. Jessica Cuma kesel sama elo, jadi dia minta tolong sama gue buat jadi pacar boongan aja.” Jelas Rega lagi.
“Oooh, begitu…dasar singkong.” Gerutu Alex yang ingin protes tetapi kali ini Alex memilih mengalah. Meski jauh didalam hati Alex merasakan rasa sakit didalam sana. Sungguh. Tetapi Alex hadapi dengan senyum.
Lalu Alex dan Rega pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Jessica yang masih berpelukan dengan Jonathan.
Kemudian Jessica melepas pelukannya, lalu memperkenalkan teman-teman cowoknya ini.
“Jon, kamu jangan salah sangka apapun. Mereka semua temanku, kecuali dia.” Mata Jessica mengarah kepada Alex. “Dia ini yang namanya Alex, yang setiap hari membuat hari ku menderita.” Singgungnya.
“Begitu kah?” mata Jonathan menatap dingin kearah Alex. Sedangkan Alex hanya mencengir memamerkan gigi ratanya.
“Hati-hati dengan pacar ku, dia ini adalah master Trouble Maker. Habis elo sama dia.” Adu Jessica yang langsung ditegur dengan kakek.
“Jessica…” kakek geleng-geleng kepala membuat Jessica tersenyum nakal.
“TIdak, tidak. Dia ini Alex. Anaknya teman mama. Dia sudah aku anggap sebagai musuh dan saudara angkat ku, karena dia ya…ada gunanya juga.” Terang Jessica. “Dan dia, Rega. Teman baikku. Dia sangat baik, tidak seperti Alex.” Sambil menjulurkan lidahnya kepada Alex.
Ingin sekali Alex mengucel-ucel wajah menyebalkan Jessica, tetapi kali ini Alex benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
“Mengadu terus sana.” Sindir Alex yang membuat suasana menjadi mencair. Tawa pun menggema di rumah kakek dengan suasana suka cita.
Tak butuh waktu lama, kini Jonathan, Alex dan Rega terlihat sangat akrab. Mereka mengobrol seperti sudah berteman lam saja. Sungguh, Jessica beruntung dikelilingi orang-orang baik seperti mereka semua. Jessica pun memeluk kakeknya melihat pemandangan hangat ini.