Berdua saja

2135 Kata
Di tempat parkir kampus, tidak disangka bersamaan dengan teman-temannya yang juga baru datang. “Guys?! Itu bukannya si Alex? Kenapa dia pakai mobilnya…” ucap Rendy belum selesai. “Gila, itu Jessica keluar dari mobil juga?!” kaget Damar menunjuk Jessica. “Ini hari apa? Catat tanggal dan waktunya?!” seru Mike. “Kita harus nyamperin mereka!.” Ajak Damar. Tanpa sepatah katapun, Jessica segera pergi tapi tiba-tiba dia dihadang oleh teman-teman Alex. “Woi…woi…woi…sabar dulu…mau kemana buru-buru amat?” goda Rendy, Alex pun tersenyum memperhatikan teman-temannya yang menggoda Jessica. “What the hell, minggir nggak!!” ancam Jessica tapi tetap dihadang oleh mereka. “Sabar dulu atu neng…” sahut Damar. “By the way, bus way. Kok satu mobil sih? Habis ngapain ini?” goda Mike mencibir pada Jessica. “Ya…biasalah…masa nggak tau anak muda sih lo.” Sahut Alex sembari mengusap-usap tepi bibirnya membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Tak lama kemudian Sari datang “Ngapain lo ada di mobil Jessica?” tanyanya penasaran “pasti lo bikin ulah lagi. Sana lo semua pergi. Masih pagi udah ganggu orang, kalau sampai kepincut tau rasa lo!” ceplos Sari membuat Jessica malah kaget. “Hahahaha, apa? gue? Gue kepincut sama tuh singkong?! Emang gue apaan?? Banci kaleng??!” ejek Alex terbahak-bahak. BRAKK!! Jessica menggebrak atap mobilnya membuat yang lain cukup terkejut “Heh, gue diam belum tentu gue kalah ya!! Asal lo tau ya, pembalasan itu lebih kejam, ngerti!” kecam Jessica kemudian pergi diikuti Sari. Jessica nggak mungkin cerita soal Alex tinggal di rumahnya pada teman-temannya. “Lo kenapa sih diem terus dari tadi?” sambar Putri yang sedang makan snack. Tapi Jessica hanya sekilas melihat temannya itu tanpa bicara. “Entar kumpul ke rumah lo, yuk!” ajak Sari semangat, membuat Jessica langsung gelagapan menolaknya. “No,no, no. Gue...gue entar nemenin nyokab ke rumah bude, pasti lama banget disana. Lo semua kan tau nyokab gue gimana orangnya kalau udah suka ngrumpi.” Sahut Jessica memutar otak agar tidak terlalu mencurigakan. “Kalau gitu sepulang dari kampus aja, kita langsung maen ke rumah lo. Terus kalau lo mau berangkat barulah kita pulang. Gimana?” tawar Agnes memperparah keadaan. “Gue juga nggak bisa. Gue…gue disuruh cepet-cepet pulang sama nyokab katanya ada sesuatu hal…ya, kepentingan keluarga gitu…” seru Jessica lagi menutupi semuanya. Keringat dingin pun keluar dari tubuhnya. Teman-temannya merasa aneh dengan tingkah Jessica yang seperti itu. “Lo baik-baik aja kan?” Sari kawatir. “Iam fine.” Sahut Jessica tersenyum manis “gue pergi dulu ya.” Ucapnya berlalu membuat teman-temannya hanya bengong melihat tingkah Jessica kayak kebakaran jenggot. *********** Alex baru saja masuk ke dalam mobil, tiba-tiba dia dikejutkan Jessica yang langsung menyelonong masuk dan duduk diam di dalamnya. “Gila lo bikin orang jantungan aja.” Seru Alex “Udah cepet sana jalan!” perintah Jessica sembari tengok kanan kiri memperhatikan sekitarnya tak ada temannya yang melihat dia satu mobil dengan Alex. “Lo takut ketahuan temen lo? Hehehe. Dasar sigkong.” “Apa sih lo!?” Jessica memukul kecil lengan Alex “cepet jalan!” serunya mendelikkan matanya pada Alex yang hanya cengengesan sembari menjalankan mobilnya. Beberapa hari ini Jessica selalu berangkat pagi sekali dan pulang paling awal. Teman-temannya heran kenapa Jessica begitu aneh, namun Jessica menepisnya. “Jessica mana?” Agnes baru saja datang. “Udah pulang duluan.” Sahut Putri “Pulang? Anak itu aneh banget sih?” Agnes mulai curiga. “Katanya nyokabnya minta temenin ke butiknya…” jelas Sari kemudian beranjak pergi. “Lo mau kemana?” seru Putri. “Gue mau pulanglah, lo mau tidur disini?” jawab Sari santai *********** Setelah makan malam, Jessica pergi begitu saja meninggalkan meja makan dan Alex yang belum selesai makan hanya cuek begitu saja, dia tetap menikmati makanannya. Seusai makan, Alex menuju ruang tengah untuk menonton televisi yang ternyata sudah menyala, dia pun mengganti chanelnya. Jessica yang datangpun langsung marah chanel pilihannya berubah. “Eh, siapa yang nyuruh lo ganti chanel gue!?” sentak Jessica begitu saja. “Masalah buat lo?” balas Alex tanpa memperdulikan Jessica yang berdiri di sampingnya. Dengan begitu kesal Jessica merebut remot tivi itu, lalu menggantinya kemudian duduk begitu saja. “Elo itu apa-apaan sih?! Nggak tau orang lagi nyantai bentar apa?!” Alex tidak terima. “Masalah buat lo?!” balas Jessica membalikkan ucapan Alex tadi. Alex pun merebut lagi remote-nya tapi Jessica menghalanginya. “apaan sih lo!? Gue nggak bakal kasih remote ini!” Jessica berusaha menyembunyikannya sedangkan Alex terus berusaha merebutnya. Mereka berdua bertengkar cukup lama, hingga mama Jessica datangpun mereka tak sadar dan terus bertengkar berebut remote tivi seperti anak kecil. “Kalian ngapain?” ucap mama Jessica yang dari tadi memperhatikan mereka. Mereka seketika kaget dan saling menatap kemudian saling melepaskan diri. “Mmhh…mmhh…kita cuma…mmhh…” Jessica sangat gagap bingung menjawab mamanya. “Kalian ini kalau maen kayak anak kecil aja. Ya sudah mama ke kamar dulu. Jangan tidur malam-malam.” Ujar mamanya pergi begitu saja, kemudian mereka berdua meneruskan berantemnya. ************ Pagi harinya, ketika mereka berdua akan berangkat dan Alex mengambil kunci mobilnya, Jessica langsung merebutnya. “Gue yang bawa!” tekan Jessica masuk ke dalam mobil tapi Alex masih berdiri di luar. Lalu Jessica pun membuka jendela “Ngapain lo masih berdiri disitu, masuk!” serunya Alex pun masuk tapi bukan masuk ke pintu depan, dia membuka pintu belakang dan duduk disitu. “Ayo, jalan!” perintah Alex berlagak jadi bos. “What?!! Lo kira gue driver lo!!??” “Kan elo yang sekarang bawa mobil, jadi terserah gue dong mau duduk dimana…gimana sih lo ini.” Ucap Alex malah membuat Jessica tambah naik darah. “Ayo, jalanin mobilnya, malah lihat ke belakang, kalau nyetir itu lihat ke depan…pantesan banyak kecelakaan lalu lintas, sopirnya aja kalau nyetir lihatnya ke belakang terus.” Ujar Alex kemana-mana. “Moving forward now!!!” seru Jessica sudah kembang kempis “cepat!!!” “Oh…ternyata lo nggak bisa jauh dari gue ya, makanya lo nyuruh gue duduk disebelah lo.” Alex tak habis akal buat Jessica semakin membludak-bludak. “PINDAHHHH!!!” Suara Jessica hampir mirip seperti guntur yang bisa merusak gendang telinga. “Iya, iya, gue pindah sekarang…” Alex pun berpindah dari depan ke belakang tanpa membuka pintu, dia pindah lewat dalam sehingga tambah mengacaukan isi mobil. “Lo ini apa-apaan sih?!” bentak Jessica. “Lo bilang suruh pindah ke depan, gue pindah malah lo omelin. Mau lo apa sih???” Alex berlagak b**o. “Kan lo bisa lewat pintu! Kenapa juga lo resek lewat kayak gini juga!!” kesal Jessica. “Lo mau terus bawel atau mau nyetir sih, keburu telat kita tau! Yang pentingkan gue udah duduk di samping lo!” sindir Alex sembari diam-diam cengengesan. Dengan kesal Jessica pun menancap gas mobilnya. Seharian di kampus Jessica kebawa emosi sampai temen-temennya tidak ada yang berani untuk bertanya atau berkata hingga jam kuliah selesai. Untuk melepaskan penat, Jessica pun berniat untuk mandi. Tak disangka kran kamar mandi di kamarnya tidak bisa keluar air, dia pun memutuskan untuk mandi di tempat lain, saat akan masuk tiba-tiba Alex datang nyelonong masuk, Jessica pun kaget. Sebelum pintu dikunci Jessica membuka pintu itu tanpa ragu “Lo itu apaan sih, maen nyelonong gitu!” serunya membuat Alex kaget. “Eh, lo kalau mau gila lihat-lihat dong.” Kaget Alex. Tapi Jessica malah menggubrak pintunya. “Elo yang seharusnya lihat, gue duluan yang datang kesini. Kenapa lo malah nyelonong masuk??!!” kesal Jessica. “Teruusssss….” Alex mengulurkan mukanya ke depan muka Jessica. “Gue tetep mandi disini duluan!!” seru Jessica menaruk handuknya. “Oh ya. Kita lihat siapa yang bisa mandi duluan!” tantang Alex melepas satu persatu bajunya, mata Jessica terbelalak melihatnya apa lagi ketika Alex akan membuka celananya, Jessica langsung berteriak lalu keluar sembari menutup matanya dengan kedua telapak matanya rapat-rapat. Alex pun tertawa lepas. “Dasar gilaaa!!!” Jessica terus ngomel-ngomel sendiri menuju kamar mandi yang ada di kamar mamanya. Seusai mandi, Alex mendengar telpon rumah berbunyi, dia tengok kanan kiri tak ada orang, entah kemana singkong itu. Diapun mengangkat telponnya “Halo?” “Alex, tolong kasih tau Jessica ya, tante pulang besok. Tante ada urusan yang harus diselesaikan.” Ucap mama Jessica dari dalam telpon. “Oh, ya tante. Nanti Alex sampein. Tante hati-hati, jaga diri tante. Jangan terlalu capek kerja.” Perhatian Alex pada mama Jessica. Tiba-tiba Jessica datang dari belakang “Telpon dari siapa?” Jessica menyela, Alex menutup telponnya. “Lo udah mandi juga ternyata…” suara Alex terdengar lembut sembari melangkah kecil menuju Jessica. “Apa maksud lo?!” bingung Jessica. “Asal lo sadar, sebenarnya banyak kesempatan yang udah gue buang begitu aja.” Alex semakin mendekat pada Jessica yang melangkah mundur. “Apa maksud lo?!” Jessica sudah merasa tak enak. Alex hanya tersenyum kecut sembari terus menatap tajam kearah Jessica yang terlihat mulai ketakutan. “Masa lo nggak menyadarinya. Di rumah ini. Kita berdua.” Jessica terpojokkan dia tak bisa melangkah lagi karena sudah kepentok dinding dan sekarang Jessica benar-benar terpojokkan, dia tambah semakin takut. “Kalau berani macem-macem sama gue, gue nggak akan segan-segan buat…” tekannya sembari menunjuk jari telunjuknya. “Buat apa…” Alex malah menyingkirkan jari telunjuk Jessica dengan begitu lembut, membuat Jessica semakin tidak karuan “Jessica, sebenarnya saat-saat ini yang gue tunggu…hanya saja…hanya saja…” Alex menatap tajam mata Jessica hingga begitu dekat. PLAAKK!! “Gila lo!!” Jessica tak tanggung-tanggung menampar pipi Alex kemudian berlalu meninggalkan Alex yang masih merasakan tamparan keras dari Jessica. Dia terus ngomel-ngomel sendiri di kamarnya sembari mengganti bajunya, dan belum selesai ngomel tiba-tiba Alex masuk begitu saja membuat Jessica sangat kaget. “Mana kunci mobilnya??!” seru Alex masuk begitu saja. “Heh, lo itu bisa ketuk pintu dulu nggak sih??!! Lo pikir lo masuk kamar siapa??!!!” bentak Jessica tapi tak digubris dengan Jon “Keluar dari kamar gue!!” usir Jessica “Mana kunci mobil lo, gue pinjem dulu.” “Apa lo bilang, enak banget kalau ngomong, sudah masuk nggak ketuk pintu nggak permisi, masuk-masuk mau ambil kunci mobil, nggak!! Lo pikir gue nggak punya harga diri apa?! Udah masuk nyelonong gitu aja.” Omel Jessica. “Lo pikir gue juga nggak punya harga diri setelah lo nyuruh gue buka baju di kamar mandi tadi.” Sambar Alex. “Pokoknya gue nggak bakalan pinjemin lo mobil gue. Titik” tekan Jessica dengan suara lantang. “Oh, ya. Ok, gue cari sendiri!” Alex menantang mulai menggeledah kamar cewek itu, tapi Jessica dengan sepenuh tenaga mencegah cowok resek itu untuk tidak bikin ulah dikamarnya. “Lo apa-apaan sih?!! Keluar dari kamar gue. Gue bakal aduin ke mama gue kalau udah pulang!!” seru Jessica masih menahan Alex. “Mama lo nggak pulang hari ini, dia masih ngurusin kerjaannya, tadi dia udah hubungi gue.” Sahut Alex membuat Jessica terdiam sejenak. “What?” “Kenapa? Lo kaget, mama lo malah bilang sama gue kalau dia nggak pulang malam ini.” Goda Alex, kemudian dia melihat kunci mobil ada di ranjang Jessica, segera dia menuju kesitu dan mengambilnya tapi Jessica tetap mencegahnya. Dia berusaha merebut kunci itu dari tangan Alex sekuat tenaga di atas ranjang Jessica, dan cukup lama bersi tegang itu berlangsung hingga tiba-tiba BRUUKK!!!! Mereka berdua terjatuh. Jessica berada tepat menubruk Alex yang dibawahnya, mereka berdua sama-sama kesakitan, hingga mereka tersadar apa yang sedang terjadi segera mereka bangkit, tapi tanpa sengaja salah satu anting-anting Jessica tersangkut di baju Alex. “A…ow…sakit tau!!” rintih Jessica menahan telinganya yang tak bisa dijauhkan dari bahu Alex. “Nyangkut. Gue lepasin dulu.” Ucap Alex berusaha mengotak-atik sangkutannya itu. “Aow!!! Sakitt!! Gila lo ya bener-bener nyiksa gue lo.” “Diem dulu napa?! Gue masih usaha tau!.” Alex terus berusaha, sementara Jessica masih menahan sakit di telinganya. Cukup lama mereka seperti itu, dan tak kunjung lepas “Gunting aja baju lo napa?! Keburu sakit tau!” seru Jessica “Enak aja, ogah.” Alex menolaknya mentah-mentah. “Kalian sedang apa???” mama Jessica tiba-tiba datang di depan pintu membuat mereka serentak kaget. “In, ini ma…nyangkut…” Jessica menunjukkannya kepada mama. “Ya ampun, kalian ini ada-ada aja.” Mamanya menghampiri mereka lalu membantu melepaskannya. Dan tak lama kemudian lepas juga. Segera Jessica berkaca, telinganya sampai berubah merah sangking sakitnya. “Oh my God, merah gini teliga gue!!!???” cemas Jessica “Coba mama lihat. Oh, ini nggak apa-apa nanti juga udah balik kok.” Ujar mama Jessica. “Mama katanya lembur??” “Iya, mama balik ke rumah bentar karena ada dokumen yang ketinggalan, habis ini mama mau balik ke kantor lagi.” “But mom, Why not tell me if you is not home today.” kesal Jessica “Mama kan udah bilang sama Alex, kan sama aja. Kalian sama-sama di rumah.” Ujar mamanya terus membela Alex yang kebagusan itu. **********
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN