Resah Gelisah

394 Kata
Di malam yang sunyi, ditemani cahaya lampu kamar yang menyinari seluruh ruangan. Jessica yang merebahkan diri diatas kasur menatap mangut-mangut kamar sedang merenung memutar kembali moment dimana dirinya hampir jatuh dari jembatan dan Alex datang untuk menolongnya sebelum akhirnya Jonathan melayangkan tinjuan keras kepada Alex. Ada rasa sakit yang turut dirasakan Jessica ketika itu. Jessica memegang dadanya berharap ini bukan rasa cinta melainkan rasa kasihan saja. "Ada apa dengan ku ini?" Jessica bertanya-tanya dengan apa yang dia rasakan sekarang terhadap Alex. "Kejadian di jembatan itu hanyalah kecelakaan dan wajar Jon cemburu. Cowok mana coba yang enggak cemburu melihat ceweknya sedang bersama orang lain." Jessica berusaha berpikir positif. "Tapi kasihan juga Alex..." merasa tidak tega. Ia pun diam sesaat kemudian berniat menghubungi Alex untuk menanyakan keadaannya. Segera ia mengambil ponselnya di balas kemudian mencari nama Alas di kontak telepon. "Ah tidak. Pasti tuh orang bakalan kegedean jika gue menanyakan kondisinya." Jessica mengurungkan niat untuk menghubungi Alex dan kembali berpikir untuk menghubungi cowok itu. "Aku akan bertanya sebentar saja." Ujarnya kembali melihat layar ponselnya. Tetapi beberapa detik kemudian berubah pikiran dan kembali mengurungkan niatnya. Ia merasa bingung dan menjadi plin plan. Akhirnya Jessica menutup wajahnya dengan bantal lalu berteriak untuk melepaskan keganjilan yang ada dalam dirinya sekarang. Tak berapa lama kemudian, ponsel Jessica berdering dan muncul nama Jonathan disana. Segera Jessica terima.  "Hai." Sapa Jessica terdengar lembut. "Hai." Balas Jonathan dibalik  telepon. "Kamu baik-baik saja?" Tanya Jon. "Iya. Aku baik." Jawab Jessica bohong, sebab nyatanya Jessica sedang kacau saat ini. "Besok sore aku akan kembali ke Australia. " Jonathan memberi jeda. "Bagaimana jika sebelum aku pulang, kita bisa bertemu?" Jonathan masih merasa bersalah karrna telah cemburu tanpa alasan kepada Jessica. "Tentu. Kita akan menghabiskan waktu bersama." jawab Jesica tanpa berpiikir panjang. "Ok, kalau begitu sampai bertemu besok." Sahut Jonathan lega. "Ok." Balas Jessica sebelum akhirnya mematikan telepon. Jessica menghela napas panjang, merasa senang besok dirinya akan menghabiskan waktu bersama Jonathan. Tetapi pikirannya sekarang malah bertanya-tanya tentang bagaimana kondisi Alex. Sesaat kemudian nada pesan berbunyi di ponsel Jessica. Ia pun melihat layar ponselnya untuk mencari tahu siapa yang mengirim pesan singkat kepadanya.  Seketika mata Jessica melebar ketika tahu kalau Alex yang sedang mengirim pesan kepadhanya. Gimana keadaan lo??? Tulis pesan singkat itu di layar ponsel Jessica. Rasanya jantung Jessica berubah berdebar tak karuan. Perasaan apa ini??? Jessica memegang dadanya agar jantungnya tidak sampai lepas dari peradaban. *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN